"IPDN mengundang para gubernur yang memiliki prestasi cemerlang, khususnya dalam penanggulangan pandemi ini untuk berbagi ilmu pengetahuan terkait permasalahan stabilitas ekonomi, upaya-upaya pemulihan percepatan ekonomi, inovasi-inovasi yang dilakukan serta bagaimana mengambil kebijakan, sehingga pertumbuhan ekonomi daerahnya itu dapat setara dengan pertumbuhan ekonomi nasional," katanya dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (23/2/2022).
Masih menurut Hadi, Indonesia dihadapkan pandemi Covid-19 selama 2 tahun. Diakuinya ada beberapa target seperti RPJMN, RPJMD maupun indikator makro ekonomi baik nasional maupun daerah yang mengalami kelambatan. Pada 2021 pertumbuhan ekonomi di triwulan IV tumbuh senilai 5,02 peren, namun apabila dikomulatifkan dari triwulan I sampai dengan IV ada pada angkat 3,69 persen.
"Hal ini sudah sangat baik manakala kita lihat pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 itu mencapai minus 20,7 persen. Pertumbuhan 3,69 persen itu sudah sesuai dengan proyeksi pemerintah, kita sudah bisa bangkit memulihkan ekonomi baik nasional maupun daerah. Hal ini telah mengembalikan posisi Indonesia dalam kelompok pendapatan kelas menengah ke atas," kata Hadi.
Provinsi Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan memberikan kontribusi yang baik untuk pertumbuhan ekonomi nasional. "Secara ringkas, ekonomi Jabar tahun 2021 tumbuh sebesar 3,74 peren, Sulawesi Utara tumbuh sebesar 4,16 persen, dan Sumatera Selatan tumbuh sebesar 3,58 persen. Oleh sebab itulah kami mengundang ketiga gubernur ini untuk berbagi ilmu tentang peran dan upaya pemerintah dalam pemantapan, percepatan dan peningkatan pemulihan ekonomi pada daerahnya masing-masing. Saya harapkan para praja dan semua yang menyaksikan baik secara daring maupun luring dapat memanfaatkan pembelajaran ini dengan sebaik-baiknya," ujar Hadi.
Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait