Kepala Dinas Pariwisata, Sumatera Selatan (Sumsel), Aufa Sahrijal Syarkomi di salah satu ruangan museum. (Foto: Widori)
Widori Agustino

OKU, iNews.idMuseum Gua Harimau di Desa Padang Bindu, Ogan Komering Ulu (OKU) tak kunjung dibuka. Padahal, museum yang menyimpan peninggalan prasejarah termasuk kerangka manusia purba ini telah selesai dibangun. 

Museum Gua Harimau ini dibangun sejak tahun 2016, dan digadang-gadang termodern dan terbesar kedua di Indonesia. Namun sayang, museum yang menelan anggaran tidak sedikit itu, hingga kini belum difungsikan. “Sudah selesai dikerjakan. Namun sayangnya museum belum diresmikan, lantarn adanya beberapa kendala,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Sumatera Selatan (Sumsel), Aufa Sahrijal Syarkomi didampingi Ketua DPRD Kabupaten OKU, Marjito Bachri saat meninjau langsung museum situs gua harimau itu.

Museum yang menyimpan kerangka manusia prasejarah berusia 3000 tahun dan 15.000 tahun dari dua ras yakni Neomongolit hingga Autoromenalisia tersebut, akan menceritakan perjalanan manusia purba hingga hingga cikal bakal manusia moderen saat ini.

Di dalam museum itu nantinya, dipemarkan berbagai macam peninggalan pra sejarah termasuk kerangka manusia purba. Museum yang digadang termodern serta terbesar ke dua se Indonesia itu dikemas dengan penampilan multi media dan akan mudah memberikan pemahaman bagi pengunjung nantinya.

Saat ini, Pemprov Sumsel tengah mempersiapkan kelengkapan isi di dalam museum, seperti halnya kelistrikan untuk memungsikan lighting serta multi media yang ada di dalam museum.

Aufa Syahrijal mengungkapkan, bangunan museum megah serta bebagai macam sejarah yang ada di sekitar museum, merupakan aset terbesar. “(Namun) kurangnya SDM yang menjadi penghambat difungsikannya museum terbesar di Sumsel itu, dan belum pastinya pengelolaan museum tersebut,” katanya.

Aufa juga berharap ke depan pemprov bisa berkoolaborasi dengan DPRD dan Pemda OKU untuk mempersiapkan SDM-nya, mulai dari penanggung jawab pengelolaan hingga ahli untuk penelitian. Karena  di area gua putri dan harimau, masih banyak bahan penelitian yang belum dieksplorasi secara keseluruhan. “Diharapkan dengan penyempurnaan museum itu nantinya bisa membangkitkan dunia pariwisata yang lesu akibat pandemi saat ini,” katanya.


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT