Anton, tersangka pembunuhan balita menjalani pemeriksan. (Foto: Bisrun)

Namun setelah ditangkap, pelaku yang bernama Anton menyampaikan pengakuan yang berbeda. Keributan dengan istrinya karena dirinya menduga istrinya telah berselingkuh. 

2. Perut korban diinjak agar berhenti menangis

Setelah istrinya melompat, pelaku terus memacu sepeda motornya membawa dua anak tirinya yang masih balita Niko (1,6/korban) dan Niken (5) saksi. Korban duduk di depan layaknya anak kecil ketika naik sepeda motor, dan saksi duduk di bagian belakang. 

Melihat ibunya melompat korban yang masih bayi menangis sejadi-jadinya yang membuat pelaku kesal. Setelah cukup jauh tepatnya di Jalan Unit VI PT Musi Hutan Persada (MHP), pelaku menghentikan motornya dan mendorong korban agar berhenti menangis. Namun karena tidak berhenti menangis, pelaku marah menginjak perut korban hingga tidak bisa bernapas menggunakan kaki kanannya. 

3. Kepala korban dibenamkan ke dalam air

Setelah korban berhenti menangis karena napasnya tersendak setelah diinjak bagian perutnya, pelaku kembali menaikkan korban ke sepeda motornya dan pergi ke arah Pendopo. Tidak lama kemudian, pelaku berhenti karena melihat sungai.

Setelah memarkirkan sepeda motornya, pelaku mengangkat korban dengan cara memegang kaki sehingga kepala korban tergantung di bawah. Kemudian, kepala korban dibenamkan ke dalam air yang membuat bocah malang itu semakin tersiksa tidak bisa bernapas.

4. Pelaku sempat berikan napas buatan 


Editor : Berli Zulkanedi

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2 3
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network