Warga Palembang Salat Id di Masjid Agung dengan Protokol Kesehatan

Bambang Irawan ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 10:54 WIB
Warga Palembang Salat Id di Masjid Agung dengan Protokol Kesehatan
Jemaah salat Idul Adha di Masjid Agung Palembang (Bambang Irawan/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Ribuan warga Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) melaksanan salat Idul Adha di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Palembang, Jumat (31/7/2020). Jemaah tampak memadati Masjid Agung Palembang sejak pagi.

Dari pantauan di lokasi, jemaah sudah mulai berdatangan sejak subuh. Untuk masuk ke dalam masjid, jemaah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan dengan menggunakan sabun, menggunakan masker serta suhu badannya diperiksa oleh petugas.

Tak hanya itu, lantaran terbatasanya saf karena harus dibatasi 1 meter, para jemaah tampak membanjiri halaman air mancur masjid tersebut. Tak hanya itu, panitia juga membatasi hanya 3.000 jemaah yang bisa salat di masjid tertua di Palembang itu.

Salah satu jemaah bernama Subhan merasa bersyukur karena bisa melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Agung Palembang.

"Pas Idul Fitri kemarin, masjid ini ditutup. Lebaran haji ini dibuka lagi, gak masalah harus pakai masker," kata Subhan saat ditemui iNews.

Salat Idul Adha di Masjid Agung Palembang (Bambang Irawan/iNews)
Salat Idul Adha di Masjid Agung Palembang (Bambang Irawan/iNews)

Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang, Kgs Ahmad Sarnubi mengatakan, pihaknya memang membatasi jumlah jemaah. Nantinya, panitia tidak menyediakan tempat di luar bangunan masjid seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Setiap tahun biasanya ada 20.000 jamaah yang bisa meluber ke Jembatan Ampera, tapi tahun ini masjid hanya cukup untuk 3.000 orang saja," kata dia.

Ahmad menambahkan, pembatasan itu untuk mengantisipasi penyebaran COvid-19 karena Kota Palembang masih berstatus zona merah atau daerah risiko tinggi penularan Covid-19.

Masjid Agung Palembang sendiri rencananya memotong enam ekor kambing dan sembilan ekor sapi termasuk sapi kurban dari Presiden Joko Widodo seberat 1,1 ton.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto