Viral Jenazah PDP Covid-19 Asal PALI Terjatuh sebelum Dikubur, Begini Faktanya

Sindonews.com, Dede Febriansyah ยท Kamis, 04 Juni 2020 - 20:00 WIB
Viral Jenazah PDP Covid-19 Asal PALI Terjatuh sebelum Dikubur, Begini Faktanya
Ilustrasi pemakaman PDP Covid-19 (Antara)

PALI, iNews.id - Media sosial digegerkan dengan beredarnya video pemakaman jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Pemakaman itu diwarnai aksi mencekam lantaran jenazah itu terjatuh sebelum dimakamkan dan dimasukkan ke liang lahat.

Dalam video yang tersebar, sesaat sebelum dimasukan ke liang lahat di TPU Talang Pegang PALI, jenazah SW (57) yang telah dimasukan ke dalam peti yang terbuat dari kayu. Nahasnya, jenazah itu justru terperosok ke lubang kubur, sehingga membuat peti jenazah terbuka dengan posisi bagian kepala jenazah jatuh dan menyentuh ke tanah terlebih dahulu.

Melihat kejadian tersebut, keluarga almarhumah yang juga mengikuti prosesi pemakaman seketika terkejut dan menjerit histeris. Luapan emosi dan amarah pihak keluarga pun akhirnya tidak terbendung.

Terlihat juga [etugas pemakaman dari Gugus Tugas daerah PALI terlihat mundur teratur menjauhi jenazah.

Pihak keluarga berinisiatif langsung memperbaiki posisi jenazah yang masih terhunus di dalam liang kubur. Selain itu, peti jenazah langsung ditarik keluar, begitu juga kantung mayat dan plastik dilepaskan.

Atas kesepakatan dari pihak keluarga, jenazah SW langsung dimakamkan secara agama Islam dan tidak menggunakan protokol Covid-19.

Usut punya usut, pemakaman itu terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan (Sumsel). Pemakaman itu yang dilakukan pada bulan Mei lalu, tepatnya Kamis (21/5/2020) malam.

Atas kejadian tersebut, Eka anak almarhumah mengaku meminta pertanggungjawaban pihak terkait, terlebih atas pernyataan yang menyebutkan almarhumah orang tuanya terjangkit virus corona.

"Kalian yang di Rumah Sakit akan saya tuntut semua. Siapa yang bertanggungjawab yang menyebutkan ibu saya terkena corona, mana buktinya. Sejak 2015 ibu sudah mengalami penyakit diabetes," kata Eka, Kamis (4/6/2020).

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten PALI, Junaidi Anuar mengatakan, selama prosesi pemakaman pihaknya sudah menjalani sesuai protokol Covid-19, namun apa yang terjadi di lapangan merupakan sebuah ketidaksengajaan.

Adanya kelalaian dalam pelaksanaan, kata Anwar, pihaknya atas nama Gugus Tugas memohon maaf kepada pihak keluarga dan masyarakat.

"Itu terjadi diluar dugaan kami, dan tidak sama sekali ada faktor kesengajaan. Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kejadian ini akan kami jadikan pembelajaran," kata Junaidi.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto