Usai Kageti Korban, Duo Begal di Muba Dikagetkan Polisi dengan Tembakan

Sindonews, Berli Zulkanedy ยท Kamis, 04 Juni 2020 - 20:27 WIB
Usai Kageti Korban, Duo Begal di Muba Dikagetkan Polisi dengan Tembakan
Ilustrasi tersangka begal (iNews)

MUBA, iNews.id - Jajaran Satuan Reskrim Polresk Tungkal Jaya menangkap dua pelaku begal. Keduanya diketahui bernama Andriansyah (36), warga Tungkal Jaya, dan Indra (32), warga Tungkal Ilir.

Kapolsek Tungkal Jaya Iptu Rudin Suprianto mengatakan, keduanya ditangkap setelah polisi menerima laporan dari korban yang kehilangan tas dan sepeda motornya.

Pembegalan itu dilakukan oleh keduanya pada Selasa (2/6/2020) sekitar pukul 11.30 WIB di Desa Suka Damai, Kecamatan Tungkal Jaya. Keduanya melakukan aksi dengan cara bersembunyi di semak-semak dan keluar saat korban datang.

"Korban yang terkejut langsung terjatuh dari sepeda motor,” kata Rudin, Kamis (4/6/2020).

Rudin menambahkan, kedua pelaku kemudian menghampiri korban sambil membawa kayu. Mereka menarik tas korban, namun korban melawan.

“Pelaku kemudian memukul pundak sebelah kanan korban. Setelah melumpuhkan korban, keduanya melarikan diri dengan membawa motor milik korban," kata dia.

Berbekal laporan itu, polisi akhirnya mengantongi identitas pelaku. Kedua pelaku ditangkap sehari kemudian tepatnya pada Rabu (3/6/2020) di dua lokasi yang berbeda.

Lebih lanjut Rudin mengayakan, pelaku Andriansyah ditangkap di Jalan Palembang-Jambi, Desa Simpang Tungkal, sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB polisi menangkap pelaku Indra di kediamannya.

“Saat ditangkap, Indra mencoba melarikan diri melalui pintu belakang, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur. Begitu juga Andriansyah, terpaksa ditembak," kata dia.

Selain menangkap pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor, satu set bodi sepeda motor hasil curian, satu helm, dan dua buah jaket.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat (1), ayat (2) angka Ke 2e KUHPidana tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto