Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sumsel Lebih Baik Ketimbang Nasional

Antara ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 18:52 WIB
Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sumsel Lebih Baik Ketimbang Nasional
Pasien sembuh Covid-19 (Foto: ANTARA/Humas Pemkot Surabaya)

PALEMBANG, iNews.id - Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 44,96 persen. Hal ini lebih baik dari angka nasional 38,8 persen jika berdasarkan data terbaru Gugus Tugas Sumsel.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini mengatakan, capaian positif itu juga sejalan dengan angka kematian yang berada di bawah angka nasional yakni 3,8 persen dari 5,6 persen.

“Ini sesuatu yang luar biasa dan masyarakat harus mengetahui hal ini apalagi dalam satu pekan terakhir karena banyak yang sembuh dibandingkan yang terinfeksi,” kata Lesty, Selasa (23/6/2020).

Meski demikian, kata Lesty, Sumsel tidak mengendurkan kewaspadaan dengan tetap mengedepankan “3T” yakni tracing, test dan treatment untuk mencapai target semua pasien harus sembuh dan nihil yang meninggal dunia.

Lesty menambahkan, Sumsel melakukan penelusuran masif setelah seseorang dinyatakan positif dengan banyak melakukan tes swab dan perawatan maksimal bagi yang sudah terjangkit Covid-19.

“Dengan menyediakan ruang isolasi di rumah sakit. Bahkan pemprov juga menyediakan rumah sehat di Wisma Atlet Jakabaring,” kata dia.

Sejauh ini, lanjutnya, sebanyak 800 hingga 1.000 sampel uji usap yang diperiksa setiap hari di balai besar laboratorium kesehatan di Palembang.

Untuk diketahui, secara nasional virus ini sudah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Virus itu menyebar di kota dan kabupaten seluruh Indonesia dengan jumlah pasien positif sebanyak 47.896

Ada penambahan kasus positif sebanyak 1.051 orang sehingga jumlah total menjadi 47.896 orang. Pasien positif corona yang dinyatakan sembuh juga bertambah tercatat sebanyak 506 orang. Total akumulasi pasien yang dinyatakan sembuh 19.241 orang.

Sementara itu, pasien positif corona yang meninggal dunia juga bertambah 35 orang. Total pasien yang meninggal 2.535 orang.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto