Tata Kelola Lahan Jadi Salah Satu Kunci Hentikan Konflik Harimau dengan Manusia

Antara ยท Senin, 10 Februari 2020 - 22:15 WIB
Tata Kelola Lahan Jadi Salah Satu Kunci Hentikan Konflik Harimau dengan Manusia
Harimau masuk perangkap (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) akan melakukan melakukan penanggulangan konflik antara harimau dan manusia di wilayah Sumsel. Salah satunya mengembalikan habitat harimau.

"Konflik bisa terjadi karena habitat harimau terganggu, juga karena rantai makanannya sudah habis dan terputus. Penanganan untuk kasus ini tidak mudah, melainkan membutuhkan proses, butuh waktu yang lumayan lama," kata Kepala BKSDA Sumsel Genman S Hasibuan Senin (10/2/2020).

Langkah ini didukung oleh Direktur Proyek Kelola Sendang-Zoological Society of London, Damayanti Buchori. Menurutnya, upaya penanggulangan ini tak hanya dilakukan oleh pemerintah Sumsel melainkan oleh semua masyarakat dan stakeholder terkait.

"Kami sendiri mengusung lansekap, dalam upaya penanganan konflik ini perlu mempertimbangkan banyak hal, di antaranya tata guna lahan. Ini penting. Tapi, kami tidak bisa bergerak sendiri," kata Damayanti.

Damayanti menambahkan, dirinya akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),BKSDA dan pemerintah daerah untuk melakukan kajian tersebut.

"Kami membantu dengan menyediakan ratusan kamera trap, dan peralatan lain. Berdasar data dari BKSDA Sumsel memang ada 17 ekor harimau di Sumsel. Target kami dapat membantu survey populasi harimau di lapangan," kata dia.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel, Ahmad Najib mengatakan Pemprov Sumsel sejak awal berkomitmen untuk menanggulangi konflik antara manusia dan satwa liar.

Apalagi selama tiga bulan terakhir yakni November hingga Desember 201 jumlah konfliknya di Sumsel meningkat drastis di beberapa kabupaten kota di Sumsel.

"Ssedikitnya ada tujuh konflik manusia dengan harimau yang terjadi di Lahat, Pagaralam, dan Muara Enim. Dari kasus tersebut ada lima korban jiwa dan dua orang korban luka-luka," kata Najib.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto