Tank Rusia Gunakan Chip Buatan Amerika Serikat, Kok Bisa?

Berlianto · Jumat, 17 Juni 2022 - 14:20:00 WIB
Tank Rusia Gunakan Chip Buatan Amerika Serikat, Kok Bisa?
Tank Rusia memasuki wilayah Ukraina. (Foto: Ist)

WASHINGTON, iNews.id - Kabar tidak biasa terkait Invasi Rusia ke Ukraina muncul dan mengejutkan Amerika Serikat. Muncul sumber yang mengklaim terdapat chip komputer buatan Amerika Serikat digunakan di perangkat keras Rusia. 

Biro investigasi Amerika Serikat (AS), FBI , dan Departemen Perdagangan telah meluncurkan penyelidikan. Demikian laporan yang ditulis oleh Washington Post.


Sumber yang mengetahui hal itu mengatakan kepada Washington Post bahwa penyelidik FBI telah mengunjungi perusahaan dan bertanya tentang bagaimana chip mereka dan komponen lainnya berakhir di radar Rusia, drone, tank, kontrol darat dan sistem senjata lainnya. 


“Tujuan kami adalah untuk benar-benar mencoba melacaknya kembali, sampai ke pemasok AS dan mencari tahu bagaimana ia menemukan jalannya ke dalam sistem senjata itu,” kata seorang pejabat Departemen Perdagangan AS.


“Hanya karena sebuah chip, chip perusahaan, ditemukan dalam sistem senjata tidak berarti kami telah membuka penyelidikan terhadap perusahaan itu. Apa yang telah kami lakukan adalah, kami telah membuka penyelidikan tentang bagaimana chip perusahaan itu masuk ke sistem itu,” jelas pejabat yang tidak disebutkan namanya itu kepada surat kabar yang berbasis di AS itu yang dikutp oleh Russia Today, Jumat (17/6/2022).


Seorang pengacara untuk salah satu bisnis yang terkena dampak mengatakan kepada Washington Post bahwa para penyelidik sedang menyebarkan "jaring luas," menanyakan apakah perusahaan teknologi menjual produk mereka ke daftar perusahaan tertentu, termasuk perantara yang mungkin terlibat dalam rantai pasokan.


Menyusul peluncuran operasi militer Moskow di Ukraina, AS dan banyak sekutunya melarang penjualan chip komputer ke perusahaan pertahanan Rusia dan membatasi pengiriman ke pembeli lain dari negara itu. 


Langkah ini semakin memperketat pembatasan yang telah diperkenalkan pada tahun 2014, menyusul reunifikasi Crimea dengan Rusia. Sebelum konflik, chip dasar dapat dijual ke pembeli Rusia tanpa batasan, sedangkan produk yang lebih canggih mengharuskan eksportir untuk memperoleh lisensi khusus dari pemerintah AS.


Penyelidikan federal mengikuti laporan oleh LSM dan think tank di AS, Inggris serta beberapa negara lain, mengklaim bahwa chip komputer buatan Barat termasuk Amerika telah ditemukan di perangkat keras militer Rusia di Ukraina.


Bulan lalu, kelompok Penelitian Persenjataan Konflik (CAR) mengklaim para penyelidiknya telah menemukan komponen dari 70 perusahaan AS dan Eropa di peralatan Rusia. Beberapa chip diproduksi sebelum 2014, tetapi ada juga yang tampaknya lebih baru, hingga akhir 2020.


Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh Royal United Services Institute pada bulan April, produk dari perusahaan seperti Intel, Analog Devices, Texas Instruments dan Onsemi telah digunakan oleh angkatan bersenjata Rusia dan negara-negara lain.


Rusia menyerang Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Kiev untuk menerapkan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan berujung pada pengakuan Moskow atas republik Donbass, Donetsk dan Lugansk. 


Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.


Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.

Editor : Berli Zulkanedi

Bagikan Artikel: