get app
inews
Aa Text
Read Next : BMKG: Cuaca Sumsel di Akhir Pekan Lebih Terang

Serukan Pembicaraan Damai, Zelensky: Rusia Butuh Beberapa Generasi untuk Pulih dari Kerugian Perang

Sabtu, 19 Maret 2022 - 15:23:00 WIB
Serukan Pembicaraan Damai, Zelensky: Rusia Butuh Beberapa Generasi untuk Pulih dari Kerugian Perang
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Foto: Ist)

KIEV, iNews.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia akan membutuhkan generasi untuk pulih dari kerugian yang diderita selama perang. Karena itu, Zelensky pada Sabtu (19/3/2022) menyerukan pembicaraan damai komprehensif dengan Moskow.

Zelenskyy mengatakan Ukraina selalu menawarkan solusi untuk perdamaian dan menginginkan negosiasi yang berarti dan jujur tentang perdamaian dan keamanan, tanpa penundaan. "Saya ingin semua orang mendengar saya sekarang, terutama di Moskow. Waktunya telah tiba untuk pertemuan, saatnya untuk berbicara," katanya dalam pidato video yang dirilis pada Sabtu dini hari. 

"Waktunya telah tiba untuk memulihkan integritas teritorial dan keadilan bagi Ukraina. Jika tidak, kerugian Rusia akan sedemikian rupa sehingga Anda perlu beberapa generasi untuk pulih," katanya seperti dikutip dari Reuters.

Kedua belah pihak telah terlibat dalam pembicaraan selama berminggu-minggu tanpa ada tanda-tanda terobosan.

Zelenskyy mengatakan pasukan Rusia sengaja memblokir pasokan bantuan kemanusiaan ke kota-kota yang diserang. "Ini adalah taktik yang disengaja. Ini adalah kejahatan perang dan mereka akan menjawabnya, 100 persen," katanya.

Zelensky mengatakan, tidak ada informasi tentang berapa banyak orang yang tewas setelah sebuah teater di Kota Mariupol, tempat ratusan orang berlindung, diserang pada Rabu. "Lebih dari 130 orang telah diselamatkan sejauh ini," katanya.

Hingga kini pasukan Rusia masih terus melancarkan serangan ke sejumlah kota di Ukraina. Moskow berulangkali meyakinkan dunia internasional, bahwa pasukannya tidak menargetkan warga sipil.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada 24 Februari meluncurkan operasi khusus di Ukraina sebagai tanggapan atas permintaan bantuan dari para pemimpin republik Donbass. 

Dia menekankan bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina, satu-satunya tujuan adalah demiliterisasi dan denazifikasi negara itu.

Editor: Berli Zulkanedi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut