Sepanjang 2019, Lima Warga Sumatera Tewas Diserang Harimau

Antara ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 15:07:00 WIB
Sepanjang 2019, Lima Warga Sumatera Tewas Diserang Harimau
Harimau ditangkap (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan mencatat ada 23 konflik atau serangan harimau terhadap manusia sepanjang tahun 2019. Lima orang meninggal dunia akibat konflik tersebut.

"Frekuensi konflik antara manusia dan harimau ini agak tidak biasa, sebab pada 2017 dan 2018 tidak ada laporan konflik, tetapi pada 2019 naik drastis," kata Kepala BKSDA Sumsel Genman Suhefti Hasibuan.

BACA JUGA: Jaga Habitat Harimau, Warga Sumsel Diimbau Tak Tebang Pohon Sembarangan

Genman menambahkan, 23 kali konflik itu terjadi di Kabupaten Lahat, Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin Empat Lawang dan Kota Pagaralam. Sayangnya, 23 konflik itu hanya terjadi pada tahun 2019 saja.

"Tahun 2017 dan 2018 tidak ada konflik. Tahun 2019 dalam rentang waktu bulan November-Desember 2019, lima orang tewas," imbuhnya.

BACA JUGA: Harimau yang Tertangkap di Muara Enim Dievakuasi ke Pusat Konservasi Lampung

Konflik satwa dan manusia tersebut disebabkan degradasi kawasan hutan yang mengganggu habitat keempatnya seperti berkurangnya luas teritori hingga menipisnya sumber makanan akibat perburuan liar di dalam hutan lindung.

Seperti diketahui, seeekor harimau dewasa tertangkap di Semendo Darat Ulu, Muara Enim. Harimau itu masuk ke perangkap yang dipasang BKSD dengan umpan anak kambing. Harimau akhirnya dievakuasi ke pusat konservasi di Lampung.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto