Sempat Terbengkalai, Terminal Karya Jaya Kertapati Palembang Akan Didesain Ulang

Bambang Irawan · Sabtu, 19 September 2020 - 23:40 WIB
Sempat Terbengkalai, Terminal Karya Jaya Kertapati Palembang Akan Didesain Ulang
Gubernur Herman Deru mendesain ulang terminal di Palembang. (Foto: iNews/Bambang Irawan).

PALEMBANG, iNews.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memanfaatkan kembali Terminal Karja Jaya Kertapati Palembang yang selama ini terbengkalai. Fasilitas tersebut didesain menjadi sarana angkutan multimoda.

Gubernur Herman bersama Direktur Prasarana Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, M Rizal Wasal, telah meninjau terminal tersebut, Sabtu (19/9/2020).

Dalam peninjauan itu, Herman memaparkan desain areal terminal multimoda tersebut ke Direktur M Rizal Wasal dan jajarannya. Menurut dia, sudah ada kesamaan persepsi dalam pemanfaatan terminal ini menjadi kawasan integrasi transportasi umum dari sejumlah daerah di Sumsel.

"Selain untuk solusi mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Palembang," kata Herman di Kota Palembang, Sumsel, Sabtu.

Bangunan terminal yang ada saat ini, kata dia, akan dimanfaatkan secara maksimal. Renovasi fasilitas ini tak akan lagi membangun tempat baru agar tidak ada aset terbengkalai.

"Bangunan yang sudah ada akan kita manfaatkan, sayang kalau dibiarkan terbengkalai," ujar dia.

Terminal ini dikonsep tak hanya menjadi tempat untuk menampung berbagai moda transportasi, tapi juga pusat transaksi komoditas hasil bumi yang kemudian dibawa ke pasar induk.

Gubernur Herman berharap Kemenhub segera merealisasikan rencana ini, sehingga 2021 mendatang sudah ada progres di lapangan. Pemerintah daerah pun sudah siap dengan proyek pembangunan ini.

"Yang jelas Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang sudah siap," katanya.

Direktur M Rizal Wasal menyatakan, siap mendukung program Gubernur yang ingin mengintegrasikan lalu lintas angkutan darat, sungai, dan kereta api di Terminal Karja Jaya Kertapati Palembang.

"Kita masih menunggu konsep penataan tata ruang wilayah. Termasuk pola pergerakan angkutan barang dan penumpang dan dampak lingkungan yang perlu diperhatikan," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal