Selamatkan Sandera, Jatanras Polda Sumsel Gerebek Rumah di Ilir Timur

Firdaus ยท Sabtu, 23 Mei 2020 - 15:03 WIB
Selamatkan Sandera, Jatanras Polda Sumsel Gerebek Rumah di Ilir Timur
Tim Subdit Jatanras Polda Sumsel gerebek rumah warga yang menyandera korban Beni (Firdaus/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Aksi heroik dilakukan jajaran Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Mereka berhasil menyelamatkan pria bernama Beni Purwanto (32).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan mengatakan, korban disekap di rumah Jalan Perintis Kemerdekaan, Lorong Manggar, Ilir Timur II Palembang, Jumat (22/5/2020).

“Penyanderaan berawal dari kasus pembelian ekstasi oleh para tersangka dan korban,” kata Hisar, Sabtu (23/5/2020).

Penggerebekan berlangsung dramatis, belasan polisi mengepung rumah yang diduga tempat terjadinya penyekapan. Awalnya, polisi memaksa tuan rumah untuk membukakan pintu yang sengaja dikunci dan dipasang gembok dari dalam rumah. Bahkan, polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan.

Hisar menambahkan, penyekapan ini berawal dari pembelian ekstasi. Saat itu Wahyu keponakan dari tersangka RA meminta temannya yakni korban Beni untuk membeli ekstasi.

“Korban kemudian memberikan ekstasi tersebut kepada Wahyu. Tak lama, Wahyu ditangkap polisi dengan barang bukti 2 butir pil ekstasi,” kata Hisar.

Kedua pelaku penyekapan dibawa ke Mapolda Sumsel (Firdaus)
Kedua pelaku penyekapan dibawa ke Mapolda Sumsel (Firdaus)

Melihat anaknya ditangkap, keluarga Wahyu tak terima dan menuduh korban sebagai mata-mata polisi. Korban kemudian dibawa ke rumah tersangka dan diminta pertanggung jawaban dalam bentuk uang sebesar Rp30 juta oleh keluarga tersangka.

“Korban lantas memberi tahu istrinya untuk mencari uang tersebut agar dirinya bisa dibebaskan. Akan tetapi istri korban justru melaporkan kejadian itu ke Mapolda Sumsel,” katanya.

Dari penyelamatan ini, lanjutnya, polisi menangkap dua tersangka takni RA (48) dan AB (37).

“Saat ditangkap keduanya sedang berjaga di depan rumah agar korban tidak bisa kabur,” kata dia.

Sementara itu, kedua tersangka penyekapan ditahan di Subdit Jatanras Polda Sumsel. Sementara korban Beni diserahkan ke Mapolsek Ilir Timur II Palembang terkait jual beli ekstasi.

“Ketiganya dites urine dengan hasil positif,” kata Hisar.

Atas perbuatannya, kedua tersangka pelaku penyekapan dijerat dengan Pasal 333 KUHP dengan ancaman pidana delapan tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto