Rumah Purnawirawan TNI di Palembang Diteror Bom, Diduga terkait Masalah Keluarga

Firdaus, Berli Zulkanedy ยท Senin, 09 Desember 2019 - 18:40:00 WIB
Rumah Purnawirawan TNI di Palembang Diteror Bom, Diduga terkait Masalah Keluarga
Anggota Gegana Brimob Polda Sumsel saat akan mengevakuasi tas diduga berisi bom di Jalan Basuki Rahmat, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), diduga diteror bom, Senin (9/12/2019). (Foto: Istimewa)

PALEMBANG, iNews.id – Rumah seorang purnawirawan TNI, Sunaria, di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), diduga diteror bom, Senin (9/12/2019). Setelah polisi turun, warga sempat geger karena mendengar suara ledakan tiga kali dari rumah Suniaria.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari warga pada Senin pagi. Tim Gegana Brimob Polda Sumsel langsung diturunkan ke lokasi kejadian.

“Kami menerima laporan dari masyarakat. Sekitar pukul 09.00 WIB, warga melihat ada tas ditinggal di Jalan Sederhana,” kata Supriadi.

Dari lokasi kejadian di rumah bercat hijau tua itu, tim menemukan tas atau benda diduga bom. Setelah diledakkan, tas hitam yang ditemukan tepat di sudut rumah sebelah kanan itu hanya berisi pipa dan kabel. Diduga kuat benda itu diletakkan hanya untuk meneror pemilik rumah.

“Barang bukti sudah dimusnahkan, isinya ternyata kabel dan pipa saja. Jadi bukan bom, hanya mengancam saja,” kata Supriadi.

Supriadi mengatakan, sebelumnya korban mengaku didatangi seseorang. Pelaku yang tidak diketahui identitasnya itu mengancam akan meledakkan bom di rumahnya. “Kemudian tidak lama, ditemukan tas yang ditinggal pelaku tepat di pagar,” katanya.

Polisi selanjutnya memeriksa saksi-saksi. Dari pemilik rumah diketahui, teror itu diduga terkait dengan permasalahan antara keluarga. Menurut korban, dirinya tengah punya masalah menyangkut bisnis perjalanan ibadah.

“Katanya ada masalah di keluarga. Kami masih mencari pelaku. Kasus ini sudah ditangani oleh Satreskrim Polrestabes Palembang,” ujar Supriadi.

Sementara Ketua RT 16, Endang Efendi mengatakan, setelah melaporkan kasus itu ke polisi, Polda Sumsel langsung menurunkan tim Gegana. Benda berupa tas mencurigakan itu langsung dievakuasi dan diledakkan. “Ada tiga kali tadi ledakan tadi setelah tim Gegana membawa benda mencurigakan yang diduga bom itu,” katanya.

Editor : Maria Christina