Rogoh Rp2 Miliar, RS Pusri Palembang Sulap Ruang Fisopterapi Jadi Laboratorium

Antara ยท Kamis, 11 Juni 2020 - 15:13 WIB
Rogoh Rp2 Miliar, RS Pusri Palembang Sulap Ruang Fisopterapi Jadi Laboratorium
Petugas laboratorium sedang cek spesimen virus corona (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Rumah Sakit Pupuk Sriwijaya Palembang menyulap ruang fisioterapi menjadi laboratorium uji swab. Hal ini dilakukan untuk menambah kapasitas pemeriksaan sampel Covid-19 di Sumatera Selatan.

Direktur RS Pusri Yuwono mengatakan, laboratorium uji swab tersebut dibuat dalam tempo satu bulan dengan biaya Rp2 miliar. Laboratorium itu disokong mesin polymerase chain reaction (PCR) pinjaman Kementrian BUMN.

"Ruangan fisioterapi pada saat Covid-19 tidak jalan, karena pemerintah membutuhkan keadaan darurat maka kami buat laboratorium ini," kata Yuwono, Kamis (11/6/2020).

Yuwono menambahkan, pemeriksaan swab saat ini mampu menyelesaikan 20 sampel perhari. Meski begitu, dia memasang target pada akhir Juni kapasitas sudah mencapai 96 sampel perhari.

Laboratorium ini diklaim memiliki kapasitas terbesar kedua di Sumsel setelah Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.

Meski diubah dari ruang fisioterapi, lanjut Yuwono, menurutnya laboratorium uji swab tersebut telah memenuhi Bio Safety Laboratory (BSL) tipe dua yang sama seperti BBLK Palembang.

Selain itu prosedur pemeriksaan menerapkan standar ketat, semua orang dan kegiatan di luar proses pemeriksaan tidak boleh dilakukan di laboratorim yang hanya diizinkan untuk lima orang petugas dalam tiap sesi, bahkan hasil pemeriksaan dikirimkan secara daring.

"Laboratorium ini terdiri dari empat ruangan, ada ruangan administrasi, ruang ekstraksi, ruang master mix dan ruang PCR bertekanan negatif," katanya.

Lebih lanjuut Yuwono mengatakan, pemeriksaan swab utamanya mengandalkan satu unit mesin PCR Cobas LC480 yang dipinjamkan Kementrian BUMN selama enam bulan, satu unit mesin BSC, dan dua unit mesin centrifuge kapasitas 48 lubang.

Laboratorium tersebut memeriksa tiga jenis orang, kata dia, yakni kalangan umum, instansi yang bekerjasama seperti BUMN atau rumah sakit, serta mandatori sampel dari BBLK Palembang.

"Kasus Covid-19 tidak akan 0, jadi laboratorium ini akan dibutuhkan dalam jangka panjang, selain untuk Covid-19 bisa juga untuk pemeriksaan (virus) lainnya," katanya.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto