Ricuh, Rekonstruksi Penembakan di Musala Dipindahkan ke Mapolda Sumsel

Firdaus ยท Selasa, 01 September 2020 - 10:56:00 WIB
Ricuh, Rekonstruksi Penembakan di Musala Dipindahkan ke Mapolda Sumsel
Rekonstruksi pembunuhan di Musala Palembang (Firdaus/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Penyidik Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terpaksa memindahkan lokasi rekonstruksi kasus penembakan dan pembacokan yang menewaskan Muslim Anshori. Rekonstruksi yang seharusnya dilakukan di Musala Abadan dipindahkan ke Mapolda Sumsel.

"Rekonstruksi terpaksa dipindahkan karena kondisi tidak memungkinkan," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi, Selasa (1/9/2020).

Sementara itu, rekonstruksi kasus penembakan karena utang narkoba itu digelar pada Senin (31/8/2020). Awalnya, rekonstruksi dilakukan di lokasi kejadian di Jalan Sultan Agung depan Musala Abadan, Ilir Timur II, Palembang.

Saat keempat pelaku yakni Denny Effendy (36), Mukroni (49), Arfani (31), dan Retno Herlambang (32) diturunkan dari mobil, ratusan warga dan keluarga korban berteriak memaki pelaku. Bahkan, istri korban menangis histeris saat melihat para pelaku. Hal ini membuat keluarga korban tambah emosi.

Rekonstruksi pembunuhan di Musala Palembang (Firdaus/iNews)
Rekonstruksi pembunuhan di Musala Palembang (Firdaus/iNews)

Beberapa keluarga korban bahkan berusaha menerobos garis polisi. Beruntung, petugas dari Jatanras Polda Sumsel dan Polsek Ilir Timur UU langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke dalam mobil.

"Rekonstruksi kami pindahkan ke Mapolda Sumsel karena kondisi semaki memanas. Ini demi keamanan bersama," kata Supriadi.

Sementara itu, para pelaku memperagakan sembilan adegan rekonstruksi. Dalam reka ulang adegan, kedua pelaku yang tak lain kakak adik sengaja mencari korban dibantu kedua temannya. Pencarian itu dilakukan karena pelaku Arfani mendapat telepon dari sepupu perempuannya. Dia mengaku diteror oleh korban.

Arfani kemudian mengambil celurit dan menemui saudaranya Denny. Denny kemudian mengambil senjata api rakitan. Kakak adik ini kemudian mencari korban dibantu dengan dua temannya.

Setelah ketemu di Musala, pelaku Arfani langsung menyerang korban menggunakan sebilah celurit dibagian lengan kiri, secara bersamaan Denny langsung menembak bagian kaki korban. Korban tewas setelah tembakan kedua mengenai bagian kepala.

Rekonstruksi pembunuhan di Musala Palembang (Firdaus/iNews)
Rekonstruksi pembunuhan di Musala Palembang (Firdaus/iNews)



Hasil pemeriksaan dan rekontruksi ini disimpulkan jika kasus pembunuhan yang dilatar belakangi utang narkoba itu dilakukan secara berencana.

Atas perbuatannay, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan 340 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto