Polrestabes Palembang Bongkar Sindikat Pemalsuan SIM

Antara ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 12:41 WIB
Polrestabes Palembang Bongkar Sindikat Pemalsuan SIM
Ilustrasi pembuatan SIM (Dok/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Palembang menangkap dua anggota sindikat pemalsu surat izin mengemudi (SIM). Kedua pelaku diketahui bernama Erlangga (31) dan Nyayu Fadhilah (49).

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, pelaku Nyayu diamankan di rumahnya Jalan Dr. M Isa Lorong Sei Jeruju, Kecamatan IT II Palembang, sementara Erlangga juga diamankan di rumahnya Jalan Kopral Dahri, Kecamatan Sako, Palembang.

Anom menuturkan, sindikat pemalsuan SIM ini diketahui berkat adanya laporan dari masyarakat dan kejelian anggota Satlantas Polrestabes Palembang.

"Ada anggota satlantas memberi informasi jika ada peredaran SIM palsu," kata Kombes Pol Anom di Mapolrestabes Palembang, Selasa (21/1/2020).

Anom menambahkan, setelah ditelusuri oleh Satreskrim didapatkan seorang korban berinisial MY (45) kemudian MY melapor ke Polrestabes Palembang pada (15/1/2020). Begitu mendapat laporan, polisi langsung melakukan penelusuran dan penyelidikan.

"Hasilnya, polisi mengamankan seorang pria berinisial A yang merupakan saksi yang menolong MY dengan cara menghubungi tersangka Nyayu Fadhilah," imbuhnya.

Lebih lanjut Anom mengatakan, saat itu MY meminta tolong kepada A untuk membuat SIM B1 miliknya yang sudah kedaluarsa, kemudian A menghubungi Nyayu Fadhilah.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Sindikat Pemalsu dan Penjual Pelat Nomor Dinas secara Daring

Anom menuturkan, A kemudian meminta fotokopi KTP, pas foto dan uang Rp1,2 juta sebagai syarat perpanjangan SIM kemudian data itu dikirim kepada Nyayu lewat whatsapp.

Sedangkan uang tersebut diberikan kepada Nyayu Fadhilah, uang itu diteruskan ke saksi berinisial HP yang diberikan lagi ke tersangka Erlangga, dua hari kemudian SIM B1 diselesaikan Erlangga dan diterima oleh korban. Namun, korban curiga dengan SIM barunya dan melapor ke polisi.

"SIM yang dipalsukan tersangka berbahan material asli dan sama seperti SIM asli, tersangka Erlangga hanya mengubah data pada kepingan SIM bekas kedaluarsa yang dikumpulkan tersangka Nyayu dari berbagai sumber," katanya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa uang tunai Rp385.000, tiga keping SIM BII, dua keping KTP, satu gunting kertas, empat bahan laminating, satu keping SIM A atas nama Rolex, satu keping SIM B1 umum atas nama Madina, satu unit printer, satu ponsel, satu unit kaleng pilox, satu kaleng toner dan satu kaleng kit.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 263 KUHPidana Jo Pasal 264 KUHPidana tentang pemalsuan surat-surat dengan ancaman 6 tahun penjara dan Pasal 278 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto