get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Kematian Mahasiswi UMM, Bripka AS Terancam Dipecat dan Dikenakan Pembunuhan Berencana

Perempuan Paruh Baya di OKU Sumsel Tewas Dibunuh, 3 Pelaku Ditangkap

Kamis, 07 Maret 2024 - 08:45:00 WIB
Perempuan Paruh Baya di OKU Sumsel Tewas Dibunuh, 3 Pelaku Ditangkap
Kapolres OKU AKBP Imam Zamroni saat ekspose kasus pembunuhan perempuan paruh baya dengan menghadirkan ketiga pelaku. (Foto: MPI/Alvin Alhafiz)

OKU, iNews.id - Perempuan paruh baya bernama Hairuni (62) tewas dibunuh secara sadis di kebun karet Desa Kedaton, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan (Sumsel). Polisi bergerak cepat menangkap ketiga pelaku pembunuhan.

Kapolres OKU AKBP Imam Zamroni mengatakan, ketiga pelaku yang ditangkap berinisial M (62), RZ (30) dan IA (25). Mereka merupakan warga Desa Kedaton, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten OKU.

"Kurang dari 1x 24 jam usai menerima laporan, Satreskrim Polres OKU menangkap dua pelaku M (62) dan RZ (30). Satu pelaku IA (25) sempat melarikan diri, namun berhasil ditangkap pada Selasa 5 Maret kemarin," ujar Kapolres, Rabu (6/3/2024).

Dia menjelaskan, peristiwa pembunuhan terjadi Sabtu (2/3/2024) pukul 06.00 WIB. Bermula saat korban berangkat ke kebun karet seperti biasa dengan mengendarai sepeda. Biasanya korban sudah pulang rumah pukul 10.00 WIB, namun hingga pukul 13.00 WIB tak kunjung datang.

Anak kandung korban merasa curiga dan langsung menjemput ibunya di kebun. Saat berada di kebun, anak korban melihat ibunya sudah tergeletak dengan posisi tengkurap dan berlumur darah pada bagian leher dan sekujur tubuh.

Dia lalu berteriak minta pertolongan warga dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Peninjauan.

Dari laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres OKU AKP Setyo Hermawan didampingi Kapolsek Peninjauan Iptu Yulia Fitri Yanti bersama dengan Kanit Pidum Ipda Omi F serta tim Resmob Singa Ogan melakukan olah TKP dan menginterogasi saksi-saksi hingga menangkap ketiga pelaku.

"Dari keterangan ketiga pelaku, mereka mengakui perbuatannya karena sakit hati terhadap korban," katanya.

Awalnya pelaku M mengaku sudah dua kali menegur korban agar jangan lagi mengambil ikan di sungai mati yang berada di belakang rumah lahan miliknya. Namun teguran itu tidak pernah dihiraukan, korban tetap mengambil ikan di sungai tersebut.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut