Modal 99 Ponsel Pintar, Seorang Pria Palsukan Kemacetan di Google Maps

Dini Listiyani ยท Rabu, 05 Februari 2020 - 22:15 WIB
Modal 99 Ponsel Pintar, Seorang Pria Palsukan Kemacetan di Google Maps
Pria ini memalsukan kemacetan Google Maps dengan 99 ponsel (Foto: YouTube/Simon Weckert)

MOUNTAIN VIEW, iNews.id - Google Maps menjadi salah satu aplikasi untuk memandu masyarakat agar terhindar dari kemacetan lalu lintas. Sayangnya, kemacetan lalu lintas ternyata bisa dipalsukan di Google Maps.

Hal ini diketahui dari sebuah rekaman video yang diunggah oleh seorang seniman bernama Simon Weckret. Simon merupakan seorang seniman yang fokus meneliti nilai dan dampak teknologi. Dalam video itu terlihat seorang pria berjalan menyusuri jalan-jalan kota.

Uniknya, pria itu berjalan sambil membawa 99 ponsel pintar yang telah mengaktifkan navigasi Google Maps di dalam sebuah kereta mainan berwarna merah.

Saat pria itu menarik kereta, di Google Maps terlihat jalanan semakin merah. Jalanan merah itu biasanya menunjukkan kemacetan lalu lintas yang buruk. Anehnya, video menunjukkan jalanan hampir kosong.

Biasanya, Google menentukan tempat kemacetan lalu lintas dengan menarik data lokasi yang dianonimkan dari ponsel yang menjalankan aplikasi Maps. Jika ada banyak ponsel di jalan dan mereka bergerak lambat, Maps akan menunjukkan kemacetan di jalan yang dilalui itu.

Dilansir dari 9to5Google, banyak perangkat yang menjalankan Google Maps di tempat yang sama dianggap sebagai bukti kemacetan lalu lintas. Perwakilan Google pun buka suara terkait dengan kejadian itu.

Google dengan bercanda mengatakan kepada The Verge, Selasa (4/2/2020), cara dalam video tidak cukup memecahkan bagaimana cara melacak data lalu lintas dengan benar yang berasal dari kereta mainan.

Tapi cara itu sudah dapat membedakan antara data Google Maps yang berasal dari mobil dan sepeda motor di beberapa negara.

"Baik melalui mobil atau kereta atau unta, kami senang melihat penggunaan kreatif Google Maps karena membantu kami membuat peta berfungsi lebih baik seiring waktu," katanya sebagaimana dikutip dari Android Authority.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto