Menkes Sebut 3 Mutasi Baru Virus Covid-19 Banyak Ditemukan di Sumsel

Antara, Fahreza Rizky · Senin, 10 Mei 2021 - 15:08:00 WIB
Menkes Sebut 3 Mutasi Baru Virus Covid-19 Banyak Ditemukan di Sumsel
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut tiga mutasi baru virus Covid-19 terkonsentrasi di sejumlah daerah di Sumatra Selatan dan Pulau Kalimantan. Untuk itu, dia meminta masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan dengan disiplin memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Tiga virus yang masuk kategori variant of concern atau virus-virus yang relatif berbahaya versinya WHO, yaitu varian dari London atau B117, varian dari Afrika Selatan atau B1351 dan varian dari India B1617 agak terkonsentrasi cukup besar di daerah Sumatra Selatan dan Kalimantan," ujar Budi di Kantor Presiden Jakarta, Senin (10/5/2021).

Untuk varian B117 diketahui lebih mudah menyebar dan orang yang terinfeksi varian baru ini memiliki risiko kematian lebih tinggi. Selanjutnya varian B1617 yang lebih mudah menular, menyebabkan penyakit lebih parah atau menghindari kekebalan vaksin.

Sementara varian B1351 juga punya kemampuan penularan lebih cepat dan dapat mempengaruhi netralisasi beberapa antibodi, namun belum terdeteksi jenis tersebut mampu meningkatkan risiko keparahan penyakit.

"Masuknya virus-virus baru ini banyak datang dari Saudi Arabia, Afrika dan juga dari India serta Malaysia," katanya.

Menkes menyebut, varian B117 sudah mulai masuk pada Januari 2021.

"Dan sudah beredar di daerah Jawa, Sumatra dan juga Kalimantan. Ada juga di Bali, sedangkan varian dari Afrika Selatan hanya kami temui 1 (pasien) di Bali. Akhir-akhir yang cukup banyak masuk ke Indonesia varian dari India, banyak kita temui di Sumatra Selatan dan di Kalimantan Tengah," ucapnya.

Untuk menghadapi varian virus baru tersebut, Budi Gunadi meminta agar masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan. Selain itu didukung dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah diberlakukan di 30 provinsi dan diperpanjang pada 18-31 Mei 2021.

"Kami dari Kementerian Kesehatan akan melakukan gnome sequencing secara lebih rapat di daerah-daerah yang sudah kami lihat ada mutasi baru untuk bisa dengan segera monitor pola penyebarannya. Sehingga kita bisa melakukan langkah isolasi atau karantina yang tepat agar virus mutasi baru ini tidak cepat menyebar ke daerah-daerah lain," kata Menkes.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: