Kebakaran Lahan di Tol Palindra, Kepulan Asap Ganggu Arus Lalu Lintas

Bambang Irawan, Antara ยท Rabu, 12 Agustus 2020 - 20:32:00 WIB
Kebakaran Lahan di Tol Palindra, Kepulan Asap Ganggu Arus Lalu Lintas
Kebakaran lahan gambut terjadi di sekitar Tol Palindra, Ogan Ilir, Sumsel. (Foto: iNews/Bambang Irawan)

PALEMBANG, iNews.idKebakaran lahan gambut terus terjadi di sekitar Jalan Tol Palembang-Inderaralaya (Palindra), Ogan Ilir Sumatera Selatan dalam beberapa hari terakhir. Meski tidak meluas dan menimbulkan bencana kabut asap, kebakaran lahan tersebut mengganggu arus lalu lintas di kawasan jalan bebas hambatan.

"Dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah Ogan Ilir yang mengganggu arus lalu lintas di Jalan Tol Palindra. Melihat kondisi tersebut, kami berupaya meningkatkan konsentarsi petugas untuk melakukan antisipasi dan penanggulangan karhutla," kata Komandan Satgas yang juga Komandan Korem 044 Garuda Dempo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, di Palembang, Rabu (12/8/2020).

Dia menjelaskan, untuk melakukan antisipasi dan penanggulangan karhutla di sejumlah daerah rawan di wilayah Sumatera Selatan, Korem berupaya memaksimalkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang sewaktu-waktu siap membantu melakukan pemadaman karhutla hingga ke pelosok desa.

"Kami berupaya memaksimalkan TRC yang siaga setiap waktu membantu masyarakat jika terjadi kebakaran kawasan hutan serta lahan perkebunan dan pertanian di sekitar desanya," ujar danrem.

Tim reaksi cepat disiagakan membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan, penyelamatan dan evakuasi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat bencana kabut asap dampak karhutla.

Dengan hadirnya TRC di tengah-tengah masyarakat yang desanya terjadi karhutla, diharapkan dapat dicegah kebakaran sejak dini dan jika terjadi kebakaran dapat cepat dipadamkan seperti yang dilakukan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Musi Banyuasin dalam sebulan terakhir sehingga dapat dicegah terjadinya bencana kabut asap.

Selain memaksimalkan TRC, pihaknya juga berupaya menambah peralatan dan anggota yang ditugaskan untuk melakukan operasi darat dan udara penanggulangan karhutla.

"Menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang mulai terjadi di sejumlah kabupaten akhir-akhir ini pihaknya berupaya menambah anggota untuk memaksimalkan pemadaman dan mencegah kebakaran yang lebih luas," ujarnya.

Operasi pencegahan dan penanggulangan karhutla yang berlangsung hingga akhir tahun 2020 ini melibatkan 8.000 personel gabungan TNI/Polri, BPBD, Mangala Agni, serta instansi lainnya.

Anggota satgas gabungan itu sekarang ini terus melakukan patroli darat di puluhan desa rawan karhutla dan melakukan pemadaman serta pembasahan lahan menggunakan helikopter pada lokasi yang sulit dijangkau petugas.

Selain meningkatkan operasi darat dan udara, pihaknya juga berupaya mengambil tindakan tegas kepada siapa pun yang terbukti dengan sengaja melakukan pembakaran untuk membuka lahan pada musim kemarau tahun ini.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: