Kasus Bayi Ditahan di Prabumulih, Begini Klarifikasi Pihak Rumah Sakit

Berrie Brima ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 18:06 WIB
Kasus Bayi Ditahan di Prabumulih, Begini Klarifikasi Pihak Rumah Sakit
Direktur Rumah Sakit Fadhilah Prabumulih drg Mariska Listia (Berrie/iNews)

PRABUMULIH, iNews.id - Kasus ditahannya bayi bernama Delfa oleh pihak rumah sakit di Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus berlanjut. Pihak Rumah Sakit Fadhilah Prabumulih akhirnya buka suara.

Direktur Rumah Sakit Fadhilah Prabumulih drg. Mariska Listia menegaskan jika pihaknya tidak menahan bayi dari pasangan suami istri (pasutri) bernama Febrianto (27) dan Yul Armi Kurniati (23).

Menurut Mariska, sejak lahiran pada bulan September 2019 lalu, pihak rumah sakit dan orangtua bayi tersebut sudah duduk bersama untuk menemukan jalan keluar pelunasan biaya persalinan Dalfa.

"Kami tidak menahan ya pak. Kami berharap bayi ini bisa berkumpul dengan keluarganya," kata Mariska kepada iNews, Selasa (14/1/2020).

Marieska menambahkan, sejak si ibu bayi keluar dari rumah sakit, pihak rumah sakit dan orangtua bayi sepakat akan bertemu pada Jumat esok (17/1/2020).

"Kami harapannya tanggal 17 ini bisa kembali duduk bersama dan jalan keluarnya," imbuhnya.

BACA JUGA: Pilu, Bayi Ditahan Rumah Sakit karena Orangtua Tak Mampu Bayar Persalinan

Saat disinggung bagaimana jika orangtua bayi tidak sanggup membayar, Marieska mengaku akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Prabumulih dan meminta solusi dari keluarga.

"Kami akan koordinasi dengan dinkes dan pemerinta dan minta solusi ke keluarga," katanya.

Marieska mengatakan, pihaknya sudah banyak memberi keringanan dan kebijakan atas pembayaran biaya persalinan. Dari biaya sekitar Rp 30 juta, pihak rumah sakit sudah memberi potongan sehingga orangtua hanya diwajibkan membayar Rp17 juta untuk persalinan sesar dengan kondisi prematur.

"Kami rasa kebijakan dan keringanan untuk bayi ini sudah maksimal," kata dia.

Rumah Sakit Fadhilah Prabumulih (Berrie/iNews)
Rumah Sakit Fadhilah Prabumulih (Berrie/iNews)

 

Seperti diketahui, nasib pilu dialami pasangan Febrianto (27) dan Yul Armi Kurniati (23). Pasutri asal Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan harus rela tak bertemu dengan buah hatinya usai melahirkan.

Kesedihan ini diungkapkan oleh Eha, nenek dari bayi sekaligus orangtua dari pasutri tersebut. Sambil menangis dan menunjukan foto cucunya yang masih mungil, Eha bercerita jika dia dan anaknya harus membayar biaya persalinan di Rumah Sakit Fadhilah di Prabumulih.

Menurut Eha, cucunya lahir pada September 2019 lalu. Namun, hingga Januari 2020, cucunya masih berada di rumah sakit karena tidak diizinkan pulang lantaran keluarga Eha tidak bisa membayar biaya persalinan.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto