Jangan Salah Racik, Begini Cara Buat Hand Sanitizer Versi WHO dan BPOM Palembang
PALEMBANG, iNews.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palembang mengingatkan warga agar tidak meracik sendiri cairan pembersih tangan atau hand sanitizer. Imbauan ini muncul karena BPOM Palembang khawatir hand sanitizer yang dibuat dari bahan dasar alkohol tidak berdampak untuk mencegah virus korona atau Covid-19.
Kepala BPOM Kota Palembang Arofah Nurfahmi mengatakan, prosedur pembuatan hand sanitizer untuk mencegah penyebaran Covid-19 sudah diatur agar sesuai dengan standar WHO.
"Imbauan ini kami sampaikan karena saat ini marak pembuatan hand sanitizer di kalangan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan terhindar dari wabah virus korona," kata Arofah, Jumat (20/3/2020).
Arofah menambahkan, pembuatan hand sanitizer ini karena langkanya barang tersebut tersebut di pasaran, bahkan bahan baku alkohol juga turut langka.
"Yang ditakutkan adalah takarannya tidak tepat sasaran jika buat sendiri," kata dia.
Lebih lanjut Arofah mengtakan, takaran yang sudah menjadi standar pembuatan hand sanitizer sesuai arahan WHO yakni alkohol 833 cc untuk etanol 96 persen, hidrogen peroksida (H202) 3 persen 41,7 cc dan 14,5 cc gliserol.
"Adanya gliserol untuk melembabkan kulit. Bahan ini banyak dipergunakan produk kecantikan," kata dia.
Selain itu setelah hand sanitizer dibuat pun belum bisa langsung dipergunakan karena harus didiamkan terlebih dahulu untuk memastikan benar-benar steril.
"Makanya kita tidak anjurkan masyarakat untuk membuat hand sanitizer sendiri. Lebih sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir malah lebih efektif," katanya.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto