Jadi Tersangka, Anggota DPRD Palembang Ternyata Residivis Kasus Narkoba

Antara ยท Rabu, 23 September 2020 - 12:25 WIB
Jadi Tersangka, Anggota DPRD Palembang Ternyata Residivis Kasus Narkoba
BNN RI gerebek tempat laundry dan amankan anggota DPRD Kota Palembang, Sumsel (Guntur/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) mentepkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang, Doni alias D (30) sebagai tersangka kasus narkoba. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersamaan dengan pelaku lainnya.

"D ditetapkan sebagai tersangka bersama empat orang lain yang diamankan saat penangkapan yakni J, Y, W dan A. Satu orang lagi berinisial T belum ditetapkan tersangka karena masih didalami perannya," kata Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan, Rabu (23/9/2020).

John menambahkan, D menjadi sindikat bandar sabu-sabu dan narkotika yang dipasok dari bandar lainnya berinisial U dari Sumatera Utara.

"D ternyata pernah menjadi residivis kasus narkoba pada 2012 saat masih mahasiswa," katanya.

Jhon melanjutkan, penangkapan D bermula saat tersangka J dan Y yang masih suami istri diminta D mengambil paket 30.000 pil ekstasi dalam enam kemasan dari sebuah loket bus di Palembang. Kemudian J dan Y mengantarkan paket tersebut ke W dan A di Pasar Pagi Puncak Sekuning.

Namun J dan Y menyuruh pembantunya T untuk menyerahkan paket itu ke W dan A, saat transaksi tersebut kelimanya diamankan tim gabungan. Dari pengakuan W dan A bahwa paket tersebut akan dibawa ke ruko usaha laundry milik D di Jalan Riau Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang.

"Ketika sampai di ruko D, tim gabungan langsung menggeledah rukonya dan mendapati empat kilogram sabu-sabu disimpan di lemari laundri. Satu kilogram sabu-sabu lainnya diamankan dari rumah J, sehingga total barang bukti diamankan berupa 5 kilogram sabu-sabu dan 30.000 pil ekstasi," katanya.

Penggerebekan itu sendiri hasil pengembangan penangkapan seorang kurir narkoba di kawasan Musi II Palembang pekan lalu yang diamankan dari dalam Bus PO Pelangi asal Aceh.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto