Imbas Wabah Corona, Produksi Karet di Sumsel Turun 35 Persen

Antara ยท Senin, 23 Maret 2020 - 22:26:00 WIB
Imbas Wabah Corona, Produksi Karet di Sumsel Turun 35 Persen
Petani karet di Lubuklinggau (Era Neizma/Okezone)

PALEMBANG, iNews.id - Produksi karet di Sumatera Selatan (Sumsel) berkurang  hingga 35 persen. Hal ini disebabkan menurunnya permintaan ekspor dan berkurangnya suplai dari petani karet.

Berdasarkan catatan Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, produksi karet pada Januari 2020 mencapai 78.136 ton, namun pada Februari 2020 hanya 50.591 ton.

“Bulan lalu ekspor karet hanya 48.770 ton. Jumlah itu turun hampir separuh dari rata-rata ekspor karet pada kondisi normal," kata Ketua Gapkindo Sumsel Alex K Eddy, Senin (23/3/2020).

Alex menambahkan, produksi karet  mayoritas ditujukan untuk pasar ekspor dalam bentuk Standard Indonesian Rubber (SIR) 20. Saat ini, kata dia, permintaan karet di pasar global semakin melemah setelah virus corona atau Covid-19 mewabah di Eropa dan Amerika Serikat (AS) terlebih adanya lockdown di beberapa wilayah.

"Keputusan itu memukul kegiatan ekonomi negara tujuan yang juga akan berdampak pada industri ban. Bulan-bulan ke depan akan sangat sulit. AS, negara-negara di Eropa dan Korea Selatan menutup diri dengan melakukan lockdown," kata dia.

Berdasarkan data BPS Sumsel periode Januari 2020, karet masih berada di posisi pertama untuk komoditas ekspor nonmigas.

Nilai ekspor karet mencapai 118,44 juta dolar AS dan berperan sebesar 43,10 persen terhadap total ekspor nonmigas pada Februari 2020.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto