Herman Deru Santuni Korban Kebakaran di Empat Lawang

Bambang Irawan · Minggu, 27 September 2020 - 12:00 WIB
Herman Deru Santuni Korban Kebakaran di Empat Lawang
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru memberikan santunan kepada 11 Kepala Keluarga korban kebakaran di Kabupaten Empat Lawang. (Foto iNews/Bambang Irawan).

EMPAT LAWANG, iNews.id - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru memberikan santunan kepada 11 Kepala Keluarga korban kebakaran di Talang Air Selepah, Desa Tanjung, Kabupaten Empat Lawang pada Sabtu (26/9/2020). Bantuan ini meringankan warga yang rumahnya terbakar pada Agustus 2020.

Dalam kesempatan ini, Herman juga memberikan bantuan sembako, peralatan dapur, obat-obatan dan kursi roda kepada warga setempat.

Herman Deru dalam sambutannya mengajak warga agar tetap tabah dengan segala bentuk cobaan yang telah ditimpahkan Allah SWT.

"Saya bangga dengan warga di sini masih memiliki semangat. Jadikan cobaan ini sebagai intropeksi sekaligus meraih lompatan kesuksesan yang lebih baik lagi," ucap Herman.

Herman Deru menyebut kehadirannya bersama dengan rombongan di Talang Air Selepah sebagai bentuk perhatian pemerintah akan nasib warganya yang ditimpa musibah.

"Jangan dilihat besar kecilnya bantuan yang diberikan namun bagaimana pedulinya pemerintah untuk memberikan semangat. Musibah petik hikmahnya untuk kita lebih baik lagi," kata dia.

Selain itu, Herman juga berjanji mendorong kemajuan daerah Kabupaten Empat Lawang. Di antaranya membuka akses jalan penghubung antara Pendopo Empat Lawang dengan Kabupaten Kaur Bengkulu.

Bahkan dia memerintahkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sumsel segera dipasang gardu listrik milik PLN. "Saya perintahkan dinas yang membidangi segera carikan solusinya. Agar masyarakatnya di sini dapat lebih sejahtera," imbuhnya.

Dia juga menyebut saat ini sudah ada peningkatan harga komoditas pertanian di Sumsel yang harus disambut petani dengan meningkatkan kualitas produksi.

"Saat ini semua komoditi hasil pertanian di Empat Lawang sudah ada perbaikan harga. Ini dampak dari tidak berproduksinya negara luar yang saat ini masih menerapkan pembatasan karena pandemi Covid-19. Daerah kita tetap bisa beraktivitas meski dengan keterbatasan karena harus mematuhi protokol kesehatan," katanya.


Editor : Faieq Hidayat