Gerebek Gudang di Pasar Induk Jakabaring, Polisi Sita 8,3 Ton Ikan Giling Berformalin

Era Neizma Wedya · Sabtu, 01 Mei 2021 - 01:56:00 WIB
Gerebek Gudang di Pasar Induk Jakabaring, Polisi Sita 8,3 Ton Ikan Giling Berformalin
Petugas Unit Khusus Satreskrim Polrestabes Palembang menggerebek gudang penyimpanan ikan giling berformalin di Pasar Induk Jakabaring. (Foto: iNews/Era Neizma Wedya)

PALEMBANG, iNews.id - Petugas Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polrestabes Palembang menggerebek sebuah gudang di Pasar Induk Jakabaring, Jumat (30/4/2021) sekitar pukul 21.00 WIB. Dari gudang ini, petugas menyita 8,3 ton Ikan giling berformalin

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra mengatakan, pengerbekan ini dibantu oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumsel dan Balai Karantina Ikan Klas 1 SMB II Palembang.

“Alhamdulillah, setelah melakukan penyelidikan selama tiga hari, kami berhasil mengungkap kasus ikan giling berformalin yang akan diedarkan atau dijual sebelum Lebaran Idul Fitri nanti,” kata Kapolrestabes Palembang didampingi Kasatreskrim Kompol Tri Wahyudi.

Kombes Pol Irvan mengemukakan, pengungkapan kasus ini berhasil dilakukan setelah tim gabungan menggelar operasi di Pasar Induk Jakabring, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring.

“Dari hasil sidak (inspeksi mendadak) itu didapat 1 kilogram daging giling merek ISTI yang mengandung bahan kimia berbahaya berupa formalin atau bahan pengawet mayat,” ujar Kombes Pol Irvan.

Selain ikan giling berformalin, tutur Kapolrestabes Palembang, petugas juga menangkap tersangka inisial Z, yang merupakan agen dan dari CV CI selaku pemilik ikan giling merk ISTI.

"Ikan giling berformalin ini milik CV CI. Sedangkan 300 Kilogram milik tersangka Z, selaku agen daging giling di Pasar Induk Jakabaring,” tutur Kapolrestabes Palembang.

Kombes Pol Irvan mengatakan, kedua tersangka dijerat Pasal 8 ayat 1 huruf a, g dan l Undang-Undang No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 136 dan atau Pasal 141 UU No 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. “Ancaman hukumannya paling lama 5 tahun penjara,” ucap Kombes Pol Irvan.

Sementara itu, Tedi dari BBPOM Sumsel mengatakan, ikan giling berformalin itu merupakan ikan kakap. “Diketahui formalin berdampak buruk jangka panjang terhadap tubuh manusia. Sebab, formalin merupakan bahan kimia pengawet mayat,” kata Tedi.

Editor : Agus Warsudi