Dampak Virus Korona, Ekspor Karet dan Kelapa Sawit Sumsel Lesu

Antara ยท Sabtu, 08 Februari 2020 - 20:15 WIB
Dampak Virus Korona, Ekspor Karet dan Kelapa Sawit Sumsel Lesu
Petugas medis mengenakan pakaian lengkap bersiap mengevakuasi korban terjangkit virus korona di Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020). (Foto: AFP).

PALEMBANG, iNews.id - Wabah virus korona turut berdampak pada sektor ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Hal ini karena daerah-daerah di China yang terdampak virus korona masih tergantung pada ekspor komoditas karet dan kelapa sawit dari Sumsel.

Harga karet Sumatera Selatan merosot hingga 5 persen sepanjang pekan ketiga Januari 2020 baik untuk kadar 60 persen maupun 100 persen, sementara harga sawit turun sebesar 10 persen dari Rp9.400 menjadi Rp8.400 pada pekan ini.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel Rudi Arpian mengatakan, harga karet dengan kadar 100 persen mencapai Rp16.290 per kilogram pada 24 Januari 2020. Harga itu telah turun sebanyak Rp861 dibandingkan periode 20 Januari 2020.

"Penurunan harga karet ini terjadi pada semua kadar karet, baik mulai dari yang kadar 40 persen hingga untuk karet kadar 100 persen," kata Rudi, Sabtu (8/2/2020).

Rudi menambahkan, wabah virus korona di China telah membuat kegiatan ekonomi di negara tersebut terhenti. Kondisi ini tentu mempengaruhi perekonomian Sumsel karena negara tujuan ekspor utama untuk karet alam yakni China.

Sama halnya dengan komoditas sawit yakni terjadi penurunan harga tender Kantor Bersama Komoditas sebesar 10 persen dari Rp9.400 menjadi Rp8.400 pada pekan ini.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menilai penurunan harga kelapa sawit sejak dua pekan lalu hanya bersifat sementara karena dipengaruhi sentimen negatif atas merebaknya virus corona.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel Alex Sugiarto mengatakan, para pengusaha berkeyakinan bahwa setelah virus ini tertanggulangi maka harga sawit akan reborn kembali.

"Ini bersifat sementara, karena diakui saat ini perekonomian China sedang lumpuh akibat banyak kota diisolasi. Sementara di sisi lain, China menjadi tujuan ekspor terbesar negara-negara penghasil sawit," kata Alex.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto