Catat! Ini 6 Penyakit Bawaan Pasien Covid-19 yang Meninggal di Sumsel

Antara ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 10:28 WIB
Catat! Ini 6 Penyakit Bawaan Pasien Covid-19 yang Meninggal di Sumsel
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Ada enam penyakit bawaan yang paling banyak menyertai kasus positif Covid-19 pasien di Sumatera Selatan (Sumsel). Penyakit bawaan ini juga memicu pasien meninggal dunia selama tiga bulan terakhir.

Juru Bicara Gugus Tugas Sumsel, Yusri mengatakan enam penyakit bawaan tersebut yakni hipertensi (darah tinggi), diabetes mellitus (kencing manis), asma, tuberkulosis, ginjal dan stroke.

"Secara klinis Covid-19 membuat kondisi penyakit bawaan pada penderita menjadi lebih parah sampai menyebabkan meninggal dunia," kata Yusri, Selasa (22/6/2020).

Sejak kasus meninggal pertama pada 23 Maret hingga 22 Juni 2020, kata Yusri, tercatat 70 kasus positif Covid-19 di Sumsel telah meninggal dunia dari 1.779 total kasus positif sementara. Akumulasinya cenderung stagnan pada kisaran 3,9 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata kasus kematian secara nasional yang mencapai 5 persen.

Yusri menambahkan, dari semua kasus meninggal tersebut, penyakit bawaan yang terdata oleh gugus tugas sumsel berjumlah 57 kasus, sedangkan 13 kasus lain belum diperoleh keteranganya.

"Mungkin yang tidak ada penyakit bawaan memang jumlah virus Covid-19 di dalam tubuh terbilang tinggi, sehingga kondisi pneumonia yang disebabkan Covid-19 tidak mampu tertolong," kata dia.

Sementara dari 57 kasus yang terdata, hipertensi berada di urutan teratas dengan 15 kasus, disusul diabetes mellitus dengan sembilan kasus, asma sembilan kasus, tuberkulosis enam kasus, ginjal ada lima kasus, stroke ada lima.

“Kemudian penyakit jantung dua kasus, serta batuk menahun, hipertiroid, maag akut, demam berdarah dengue, tipes, dan kanker masing-masing satu kasus,” kata dia.

Secara klinis hipertensi mendukung perkembangan Covid-19 di dalam tubuh karena jumlah Angiotensin converting enzyme 2 atau ACE2 atau yang berfungsi mengatur tekanan darah dan menjadi reseptor mengalami kenaikan.

"Covid-19 membutuhkan reseptor untuk melekat agar bisa masuk ke dalam sel, ketika jumlah ACE2-nya meningkat maka virus semakin mudah masuk ke dalam sel karena tempat menempelnya juga semakin banyak," kata dia.

Sementara hipertensi, diabetes militus atau kencing manis, kata dia, umumnya diderita kalangan usia lanjut sehingga menimbulkan degeneratif, yakni kondisi memburuknya suatu jaringan atau organ seiring waktu dan membuat imunitas melemah.

“Dua penyakit tersebut disebabkan pola hiudp kurang sehat seperti konsumsi karbohidrat berlebihan, jarang berolahraga dan hanya 20 persen dipengaruhi faktor keturunan,” kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto