7 Mahasiswa dari China Tiba di Palembang, Keluarga Menyambut dengan Tangis Haru

Bambang Irawan, Antara ยท Minggu, 02 Februari 2020 - 01:00 WIB
7 Mahasiswa dari China Tiba di Palembang, Keluarga Menyambut dengan Tangis Haru
Petugas KKP Palembang memeriksa tujuh mahasiswa asal Sumsel yang baru datang dari China di Bandara SMB II Palembang, Sabtu (2/1/2020). (Foto: iNews/Bambang Irawan)

PALEMBANG, iNews.id – Kepulangan tujuh mahasiswa asal Sumatera Selatan (Sumsel) dari China di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, disambut tangis haru dari keluarga, Sabtu (1/1/2020). Para mahasiswa itu tiba dengan Maskapai Lion Air dari Jakarta, sekitar pukul 17.20 WIB.

Ketujuh mahasiswa itu, yakni Adam, Fauzan Nurihsan Achmad, Muhammad Rijal Fauzi, Muhammad Naufal, Raden Ayu Fierdhalita, Annisa Sekar Ayu Nur Utami, dan Muhammad Wahyu Adji Pamungkas.

Mereka turun paling terakhir di Bandara SMB II. Tiba di bandara, mereka melewati alat pemindai suhu tubuh. Selanjutnya, petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara SMB II Palembang memeriksa kondisi para mahasiswa itu lebih dalam.

Para petugas KKP Bandara SMB II Palembang memeriksa kondisi tujuh mahasiswa itu menggunakan alat pemindai suhu digital. Selain itu, petugas mewawancarai mereka terkait riwayat perjalanan, masing-masing selama 15 menit.

Setelah pemeriksaan, ketujuh mahasiswa tersebut disambut haru dengan pelukan dan tangisan keluarga masing-masing yang menunggu di pintu kedatangan. Ketujuhnya kemudian pulang ke Kota Palembang, OKI, Muara Enim, Prabumulih dan Tulung Selapan.

Petugas KKP Bandara SMB II Palembang dr Fenty Wardha mengatakan, ketujuh mahasiswa dinyatakan negatif terjangkit virus korona. Mereka pun diizinkan pulang ke kampung halaman masing-masing.

“Kami sudah cek suhu tubuh mereka, hasilnya tidak ada yang di atas 36 derajat Celcius. Kami juga tanyakan mereka terkait riwayat perjalanan dan memang mereka datang dari China,” katanya usai pengecekan.

Setelah pemeriksaan di bandara, tujuh mahasiswa tersebut masih akan dipantau selama 14 hari. Mereka akan dipantau oleh pelayanan kesehataan yang didelegasikan di masing-masing daerah dengan dilengkapi kartu kewaspadaan.

“Kartu kewaspadaan berisi data ketujuh mahasiswa. Jika selama 14 hari ke depan mereka demam atau ada gejala batuk, maka puskesmas maupun rumah sakit segera tahu bahwa mereka punya riwayat perjalanan dari China,” kata dr Fenty.


Editor : Maria Christina