Operasi pencarian ini melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri atas 19 personel BPBD, Tagana, Basarnas dan
Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Pagaralam. Prosesnya ukup mengalami kesulitan untuk mengevakuasi jenazah korban AN di sungai.
"Entah bagaimana dalam pencarian kami dimudahkan bantuan sang pencipta Allah SWT. Beberapa saat arus sungai menurun grade 1 hingga tim SAR bisa menjangkau jasad korban membawanya ke tepi untuk dievakuasi," katanya.
Selanjutnya jenazah dibawa ke Rumah Sakit Besemah Pagaralam untuk dentifikasi. Kemudian dibawa ke rumah duka di Kampung Rejosari, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam dan telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Aek Betung Simpang Padang Karet, Pagaralam Selatan oleh keluarga.
Proses pemakaman turut disaksikan rekan-rekannya sesama relawan kebencanaan dan ratusan anggota Organisasi Pencinta Alam di Kota Pagaralam.
"Almarhum dikenal sebagai orang baik. Semasa hidupnya banyak membantu dalam hal kerelawanan bencana dan kegiatan-kegiatan urgent berhubungan dengan alam bebas lainnya," kata Hapis.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait