Di tempat – tempat sarapan untuk menikmati seporsi Laksan dengan tiga potongan pempek di dalamnya cukup dengan membayar Rp6000 hingga 8000.
Pembuatan laksan tidak jauh berbeda dengan pempek lainnya. Laksan dibuat dari campuran daging ikan gabus, dapat juga tenggiri dan kakap dengan sagu. Kemudian adonannya dibentuk memanjang layaknya pempek lenjer.
Sementara itu, kuahnya dibuat diawali dengan menumis bumbu yang terdiri dari dari jahe, lengkuas, dan kemiri. Kemudian setelah dimasukkan udang, ditambah bawang putih, garam, ketumbar, lada, daun salam, serai, santan, dan gula secukupnya.
Setelah kuah mendidih, dimasukkan potongan laksan yang telah dibuat terus dimasak hingga kuah menyerap sempurna kedalam potongan pempek.
“Kalau bulan puasa lebih banyak lagi yang jual. Tapi di hari biasa ini tetap ada untuk sarapan, terutama orang – orang tua atau orang sudah lama di Palembang, banyak yang sarapan dengan Laksan,” ujar Nurhaya pengelola tempat sarapan di Jalan May Salim Batubara, kawasan Sekip Palembang.
Menurutnya, selain untuk sarapan dan berbuka puasa jika di bulan puasa, Laksan terkadang dihidangkan dalam acara – acara di masyarakat seperti arisan dan prosesi akad nikah. “Kadang ada pesanan untuk acara – acara kawinan, na itu banyak biasanya,” tuturnya.
Perlu diketahui, sebagai hidangan berkuah, menikmati laksan dimulai dengan mencoba kuahnya. Sempurna rasa pada kuah menjadi hal penting dalam penilaian Laksan. Ketika gurihnya kuah terasa mantap dan cocok, potongan pempek dipastikan ludes dilahap. Apalagi jika ditambah kerupuk khas Palembang yang lagi – lagi berbahan ikan..he.he
Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait