"Sebelumnya kakak saya sopir travel Lubuklinggau-Palembang," kata Candra, usai melihat jenazah korban di Kamar Mayat RSUD Dr Sobirin.
Diceritakan Candra, korban Asmawi merupakan anak pertama dari empat bersaudara, memiliki istri dan tiga anak.
Menurut informasi yang dihimpun, saat kejadian ledakan tersebut, korban Asmawi terpental sekitar 50 meter. Bahkan tubuh korban terpental melewati empat rumah. Jasadnya terjatuh di depan bedeng Alfatrun, di RT sebelah, yakni di RT 04, Kelurahan Kenanga.
Bahkan ada warga yang melihat lansung, korban terbang bersamaan dengan serpihan plat besi. Kondisi korban juga mengenaskan dengan kondisi tubuh hampir hancur.
"Saya sedang duduk depan rumah, lalu ada ledakan, dalan keadaan terkejut saya lihat ada yang berterbangan, bahkan plat besi jatuh depan teras rumah. Sementara jasat korban terlihat melintasi atap rumah kami," kata Serli, warga setempat.
Sementara satu orang korban kritis, Yusuf (25), warga setempat yang merupakan, anak pemilik bengkel las tersebut. Saat ini mendapat perawatan di RSUD Dr Sobiri.
Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait