Teluk Gelam OKI. (Foto: Novan)

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata OKI Arianti mengatakan anggaran sangat terbatas hanya Rp150 juta per tahun. 
"Tidak bisa memenuhi kebutuhan kegiatan perawatan. Jadi fokus pada kegiatan rutin seperti Midang atau pagelaran seni dan budaya," katanya.

Selain itu, refocusing anggaran juga mengakibatkan pemeliharaan tidak dapat dilakukan. "Sebelumnya dikelola pihak ketiga dan baru kembali dialihkan ke pemda," katanya.

Untuk rencana kedepan, dinas pariwisata menunggu pengesahan perda terkait rencana pengelolaan Teluk Gelam menjadi hospital tourism.


Editor : Berli Zulkanedi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network