×
Berita Hari ini - iNews Portal

Renyahnya Keripik Jamur Tiram untuk Meraih Cuan

Bambang Irawan ยท Senin, 16 November 2020 - 14:08:00 WIB
Renyahnya Keripik Jamur Tiram untuk Meraih Cuan
Renyahnya Keripik Jamur Tiram untuk Meraih Cuan

PALEMBANG, iNews.id – Pandemi Covid-19 yang memukul hampir semua sektor usaha menjadi awal Lia Elyanti memulai usaha budidaya jamur tiram. Hanya dalam waktu singkat, budidaya jamur tiram dan mengolahnya menjadi keripik membuatnya tetap menghasilkan pendapataan jutaan rupiah.

Sekitar empat bulan lalu, untuk mengatasi kesulitan di tengah himpitan akibat pandemi Covid-19, Lia bersama suaminya memulai usaha budidaya jamur tiram. Dengan modal Rp10 juta, Lia memberanikan diri memulai budidaya di saat tidak sedikit pengusaha merumahkan pekerja bahkan menutup usaha.

Namun berkat keberanian dan keyakinannya, kini budidaya dan produksi olahan jamur tiramnya terus berkembang dan modal yang ditanamkan telah kembali. Setiap bulannya, usaha yang dirintis di tengah kelesuan ekonomi telah memberikannya pendapatan jutaan rupiah.

Awalnya, warga Jalan Sukakarya Sako Palembang memulai usahanya dengan menanam dan menjual langsung jamur tiram. Setelah beberapa saat, ternyata tidak semua jamur dapat diserap pasar atau terjual. Kondisi itu membuatnya berpikir keras dan berkreasi memanfaatkan jamur yang tidak habis terjual.

“Awalnya tidak semua jamur terjual, jadi kita berinovasi membuatnya menjadi keripik,” ujar Eli di Palembang, Senin (16/11/2020).

Eli menjual produknya secara langsung dan manfaatkan media sosial untuk memperluas pemasaran keripik jamurnya. Keripik jamur dijual dengan harga Rp60.000 per kilogram.

Usaha keripik jamur ini sangat menguntungkan, karena jamur yang dijual langsung hanya Rp22.000 per kilogram. Selain itu, keripik jamur bertahan cukup lama, berbeda dengan yang akan busuk dan menguning dalam beberapa hari jika tidak terjual.

Apalagi untuk membuat keripik tidak sulit. Jamur cukup direbus dan belender sampai halus. Lalu dicampur tepung tapioka dan tambahan bumbuh – bumbuh seperti bawang putih, bawang merah, cabai, garam,  gula dan penyedap rasa.

Setelah semua tercampur secara merata, masukan adonan ke dalam plastik dan direbus di air mendidih. Setelah dingin, adonan dimasukan ke dalam lemari es selama satu sampai dua hari agar mengeras. Proses selanjutnya, adonan yang menyerupai pempek lenjer itu dipotong tipis-tipis dan dijemur sekitar dua hari.

“Terakhir digoreng dan dikemas. Dalam sehari rata – rata omset Rp200.000 per hari” katanya.

Heni Novianti, penikmat kemplang jamur mengaku sangat suka dengan kemplang jamur karena rasanya yang enak menjadi alternatif selain kemplang ikan yang memang banyak di Palembang.

“Saya biasa pesan kemasan seperempat kilogram yang harga Rp15.000, memang rasanya enak,” katanya.

Editor : Berli Zulkanedi

Tag: tongseng jamur tiram | Sosis Jamur Tiram
ARTIKEL ORIGINAL