Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Pagaralam Kini Punya Desa Wisata dan Sekolah Kopi Basemah

Antara ยท Jumat, 02 Oktober 2020 - 12:33:00 WIB
Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Pagaralam Kini Punya Desa Wisata dan Sekolah Kopi Basemah
Wali Kota Pagaralam Alpian Maskoni menggunting pita peluncuran Desa Wisata dan Sekolah Kopi Basemah di Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Sumsel, Jumat (2/10/2020). (Foto: Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), yang menjadi salah satu penghasil kopi paling besar di Indonesia terus mengupayakan peningkatan kualitas kopi dari hulu hingga hilir dengan kerja sama berbagai pihak. Bahkan, kota ini telah memiliki Desa Wisata dan Sekolah Kopi Basemah.

Menurut Wali Kota Pagaralam, Alpian Maskoni, Desa Wisata dan Sekolah Kopi Basemah tersebut merupakan bagian dari kolaborasi bersama masyarakat. Keduanya dibangun sebagai wadah meningkatkan kualitas kopi di wilayah tersebut dari hulu hingga hilir. Kemudian, memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani kopi setempat.

"Kami masih membina para petani agar kopi-kopi dari Pagaralam sampai sekarang untuk mendapatkan harga yang lebih baik di pasaran," ujar Alpian Maskoni, saat meluncurkan Desa Wisata dan Sekolah Kopi Basemah di Kecamatan Dempo Utara, Jumat (2/10/2020).

Alpian mengatakan, para petani juga dibina agar hasil produksi meningkat. Salah satunya melalui teknik stek kopi sejak beberapa tahun terakhir yang disebut mampu meningkatkan hasil panen hingga 300 persen. "Dampaknya, kesejahteraan petani kopi akan ikut meningkat," ujarnya.

Meski baru saja diluncurkan, sampel kopi produksi Desa Wisata tersebut akan langsung mengikuti kontes kopi dunia AVPA-Paris 2020 di Perancis yang akan diumumkan pada akhir Oktober 2020.

Dia berharap sampel kopi Pagaralam yang diikutsertakan pada kontes itu mendapatkan medali. Event itu juga diharapkan dapat membuka jalan ekspor bagi produk kopi Pagaralam sehingga meningkatkan harga di tingkat petani yang saat ini masih terbilang rendah pada kisaran Rp18.000 - Rp20.000 per kilogram.

Sementara Ketua Dewan Kopi Sumsel, Zein Ismed mengatakan, pembentukan Desa Wisata dan Sekolah Kopi Basemah Pagaralam menjadi model bisnis baru bidang agrowisata dan kolaborasi rantai nilai kopi dari hulu ke hilir. Dia berharap muncul desa wisata kopi di daerah penghasil kopi lainnya.

"Dengan pembinaaan dan kolaborasi yang masif, maka kami yakin bisa memberikan dampak positif bagi permintaan pasar terhadap kopi Pagaralam. Salah satunya, membaiknya kualitas kopi yang dihasilkan," ujar Zein.

Editor : Maria Christina