Tiga Hari Magang di NASA, Seorang Remaja Temukan Planet Baru

Dini Listiyani ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 11:27 WIB
Tiga Hari Magang di NASA, Seorang Remaja Temukan Planet Baru
TOI 1338 b mengorbit dua bintang induknya (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - National Aeronautics and Space Administration (NASA) menemukan sebuah planet baru yang mengorbit dua Matahari. Ajaibnya, planet ini ditemukan oleh seorang siswa menengah yang sedang magang di hari ketiganya. Siswa itu bernama Wolf Cukier.

Penemuan yang diumumkan NASA adalah temuan pertama yang dibuat oleh satelit antariksa pemburu planet baru yang dikenal sebagai TESS.

Wolf pun memaparkan bagaimana dirinya bisa menemukan planet baru tersebut. Saat itu, dirinya sedang melihat melalui data yang telah ditandai oleh sukarelawan sebagai biner gerhana.

"Sebuah sistem di mana dua bintang mengelilingi satu sama lain dan dari pandangan kami saling berhadapan setiap orbit. Sekitar tiga hari sebelum magang, saya melihat sinyal dari sistem yang disebut TOI 1338. Awalnya saya pikir itu adalah gerhana Matahari, tapi waktunya salah. Ternyata itu sebuah planet," kata Wolf Cukier yang diberitakan Metro, Senin (13/1/2020).

Planet baru yang ditemukan Wolf itudinamai sebagai TOI 1338 b. Nama ini sesuai dengan sistem yang dihuninya. Planet tersebut berukuran 6,9 kali ukuran Bumi. Artinya, TOI 1338 bisa ditempatkan di antara Neptunus dan Saturnus.

Dua bintang saling mengorbit setiap 15 hari. Satu sekitar 10 persen lebih masif dari Matahari sedangkan yang lainnya lebih dingin, redup, dan hanya sepertiga massa Matahari.

Setelah mengidentifikasi peredupan TOI 1338 b yang disebabkan bintang induknya, tim peneliti menggunakan paket software yang disebut Eleanor Arroway, karakter utama dalam novel Carl Sagan's Contact untuk mengkonfirmasi transit itu nyata dan bukan hasil instrumental.

"Di seluruh gambarnya, TESS memantau jutaan bintang. Itu sebabnya tim kami menciptakan eleanor. Ini cara yang dapat diakses untuk mengunduh, menganalisis, dan memvisualisasi data transit. Kami mendesainnya dengan mempertimbangkan planet," tuturnya.

"Tapi anggota komunitas lainnya menggunakannya untuk mempelajari bintang, asteroid, dan bahkan galaksi," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto