Tak Terima Pacar Dihina, Pemuda di Muba Bacok 2 Remaja

Sindonews.com, Berli Zulkanedy ยท Senin, 17 Februari 2020 - 17:19 WIB
Tak Terima Pacar Dihina, Pemuda di Muba Bacok 2 Remaja
Ilustrasi Pembacokan (Dok/iNews)

MUBA, iNews.id - Cinta memang buta, ungkapan itu tepat disematkan ke seorang pemuda berinisial TA (17). Bukan tanpa alasan, TA tega membacok dua bocah karena pacarnya dihina.

Warga Bailangu, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel) ini harus berurusan dengan polisi karena memilih membala pacarnya.

Kasat Reskrim Polres Muba AKP Delli Haris mengatakan, pelaku TA menyerahkan diri ke Mapolres Muba setelah membacok dua bocah berinisial RM (16) dan RK (15).

"Dia sudah menyerahkan diri beberapa hari lalu ke Unit PPA didampingi orangtuanya," kata Haris, Senin (17/2/2020).

Haris menambahkan, insiden peganiayaan ini terjadi di perbatasan Desa Bailangu, Sabtu (1/2/2020) sekitar pukul 20.45 WIB. Saat itu, pelaku tersinggung dengan ucapan kedua korban.

"Ucapan korban dinilai kasar terhadap pacar pelaku," kata Haris.

Lebih lanjut Haris mengatakan, lantaran tak terima, pelaku kemudian menghampiri korban dan menanyakan maksud ucapannya.

"Namun jawaban korban malah menjadi tantangan berkelahi sehingga keduanya sepakat untuk bertemu di suatu tempat," kata dia.

Merasa mendapat tantangan, pelaku pulang ke rumah untuk mengambil parang. Sementara korban datang tanpa senjata dengan diantarkan oleh temannya yakni RK (15). Namun, sebelum tiba di lokasi, pelaku ternyata bertemu dengan korban di jalan.

Tanpa basa basi, kata Haris, pelaku langsung membacok korban. Akibatnya, korban TA mengalami robek pada bagian punggung kanan sementara RK jari tengah, jari manis dan jari kelingkingnya putus.

"Usai membacok korban, pelaku kabur ke hutan," imbuhnya.

Setelah beberapa pekan, lanjut Haris, pelaku akhirnya menyerahkan dengan diantar orangtuanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 80 Ayat (2) Jo Pasal 351 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2012 tentang perlindungan anak.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto