Tak Mau Edarkan Sabu, Seorang Napi Tewas Dianiaya Sipir di Palembang
PALEMBANG, iNews.id – Bisin Azhari, seorang narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merah Mata Palembang, Sumatera Selatan tewas dipukuli petugas sipir lapas tersebut.
Penyebabnya, napi tersebut tidak mau disuruh mengedarkan narkoba di dalam lapas. Korban tewas akibat luka parah luka di sekujur tubuhnya. Korban mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (20/3/2018) malam saat dalam perawatan di rumah sakit (RS) Muhammad Husein Palembang.
Junaidi, salah seorang kakak kandung korban mengaku baru mengetahui adiknya tewas dianiaya sipir dari informasi teman satu sel korban, Indra.
Dari penuturan teman adiknya itu, kata Junaidi, sebelum kejadian Bisin Zzhari dipanggil salah seorang petugas lapas yang bernama Joni Syaputra di ruang pos penjagaan pada Selasa sore. Namun, saat kembali ke sel kamar korban sudah dalam keadaan babak belur dan koma.
Menurut Junaidi, adiknya dipukuli lantaran terlibat utang piutang masalah narkoba dengan Joni, petugas sipir tersebut. “Adik saya tidak mau disuruh mengedarkan narkoba di dalam lapas oleh petugas lapas tersebut,” katanya, Rabu (21/3/2018).
Junaidi mengaku akan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Sumatera Selatan guna meminta keadilan hukum.
Dikonfirmasi terkait tewasnya seorang napi oleh petugas sipir, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum dan HAM (Kemenkum dan HAM) Sumatera Selatan, Sudirman mengatakan, kasus dugaan penganiayaan sipir terhadap napi akan diusut tuntas.
Sudirman juga berjanji tidak akan menutup-nutupi perkara itu karena masalah tersebut murni kriminal. “Saya tidak akan menutup-nutupi kasus ini dan tidak akan melindungi siapa pun petugas yang terlibat,” katanya.
Bisin Azhari ditahan dalam kasus narkoba yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara denda Rp10 miliar subsider enam bulan penjara dan baru dijalaninya empat tahun.
“Kalau ada indikasi modus permainan narkoba antara pelaku Joni Syaputra dengan korban ini, saya akan dalami melalui tim yang sudah saya kirim. Semua petugas lapas akan diperiksa bukan saja pelaku tapi atasannya juga,” tandas Sudirman.
Editor: Kastolani Marzuki