Tak Ada Anggaran, BNN Sumsel Minta Bantuan ke Pusat untuk Bangun Pusat Rehabilitasi Narkoba

Antara ยท Kamis, 02 Januari 2020 - 21:45 WIB
Tak Ada Anggaran, BNN Sumsel Minta Bantuan ke Pusat untuk Bangun Pusat Rehabilitasi Narkoba
Kepala BNN Provinsi Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan. (ANTARA/Yudi Abdullah)

PALEMBANG, iNews.id - Pusat rehabilitasi pecandu narkoba akan dibangun di Sumatera Selatan (Sumsel). Hal ini diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan.

"Pembangunan pusat rehabilitasi perlu segera diwujudkan untuk mengobati dan membantu pencandu narkoba melepaskan diri dari pengaruh barang terlarang itu," kata Jhon Turman Panjaitan di Palembang, Kamis (2/1/2020).

Jhon menegaskan, anggaran daerah tidak akan cukup untuk membangun pusat rehabilitasi yang memadai dan memiliki fasilitas lengkap. Untuk itu, kata Jhon, dia akan berusaha mendekati pemerintah pusat.

"Kami tidak memiliki anggaran dana yang cukup untuk membangun pusat rehabilitasi narkoba, tanpa bantuan pemerintah pusat dan daerah tidak mungkin bisa segera terwujud pusat rehabilitasi itu," kata dia.

BACA JUGA: Keluarga Komedian Nunung Bantah Jual Rumah untuk Biaya Rehabilitasi

Selama ini, tutur Jhon, para pencandu narkoba direhabilitasi di pusat rehabilitasi kecanduan narkoba di beberapa wilayah seperti Bogor, Kalianda, dan Batam serta klinik BNNP Sumsel.

Selain itu dilakukan rehabilitasi di sejumlah tempat dalam Kota Palembang yang dinilai mampu melakukan rehabilitasi pencandu narkoba seperti klinik pengobatan tradisional, puskesmas, dan Rumah Sakit Jiwa dr Ernarldi Bahar.

Sepanjang tahun 2019 BNN Provinsi Sumsel telah merehabilitasi 939 pencandu narkoba dari 17 kabupaten/kota provinsi setempat.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mendukung BNN provinsi Sumsel untuk membangun tempat rehabilitasi narkoba.

"Daerah ini membutuhkan tempat rehabilitasi korban narkoba sendiri, untuk merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba di provinsi ini masih memanfaatkan pusat rehabilitasi BNN di Lido, Jawa Barat," kata Herman.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto