Sumsel Berduka! Ini Profil dan Warisan Alex Noerdin, Pelopor Sekolah dan Berobat Gratis
JAKARTA, iNews.id - Duka menyelimuti warga Sumatera Selatan atas wafatnya mantan Gubernur Sumsel dua periode (2008–2018), Alex Noerdin, yang meninggal dunia di RS Siloam Semanggi, Jakarta, Rabu (25/2/2026) pukul 13.30 WIB. Dia meninggal saat menjalani perawatan akibat infeksi empedu.
Kabar duka tersebut dibenarkan Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji.
"Ya. Informasi yang saya terima begitu," kata Sarmuji.
Jenazah direncanakan dipulangkan ke Palembang untuk dimakamkan. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang dalam pemerintahan dan pembangunan di Sumatera Selatan.
H Alex Noerdin mengawali karier sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Bappeda Provinsi Sumatera Selatan pada 1981. Dia kemudian menjabat Kasi Perhubungan dan Pariwisata serta Pj Kabid Fisik Sarana pada periode 1983–1988.
Pada 1989, dia dipercaya menjadi Kepala Cabang Dinas Pariwisata Palembang dan Musi Banyuasin. Setahun kemudian, dia menjabat Kepala Dinas Pariwisata Palembang, lalu pada 1999 menjadi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan.
Masih pada 1999, dia diangkat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Musi Banyuasin. Karier politiknya semakin menguat setelah terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin periode 2001–2006 dan kembali menjabat untuk periode 2007–2012.
Pada 2008, dia mengundurkan diri sebagai bupati untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan. Dia terpilih dan menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan selama dua periode, yakni 2008–2013 dan 2013–2018.
Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai gubernur, dia tercatat sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Selatan II.
Salah satu warisan paling dikenal dari Alex Noerdin adalah program sekolah gratis dan berobat gratis. Gagasan tersebut pertama kali diterapkan saat dia menjabat Bupati Musi Banyuasin.
Program itu kemudian diperluas ke tingkat provinsi ketika dia menjadi Gubernur Sumatera Selatan. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Program sekolah gratis memungkinkan siswa di Sumatera Selatan memperoleh pendidikan tanpa pungutan biaya tertentu. Sementara program berobat gratis memberikan akses layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.
Selain itu, pada masa kepemimpinannya, Sumatera Selatan juga menjadi tuan rumah berbagai ajang nasional dan internasional. Pemerintah provinsi saat itu mendorong pembangunan infrastruktur pendukung olahraga dan transportasi.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan yang pernah dilaporkan mencapai sekitar Rp20 miliar. Aset tersebut berupa tanah dan bangunan yang sebagian besar berada di Palembang dan Musi Banyuasin.
Kepergian Alex Noerdin menutup perjalanan panjang seorang birokrat dan politisi yang berkiprah lebih dari tiga dekade. Profil dan warisan Alex Noerdin, terutama program sekolah dan berobat gratis, menjadi bagian dari catatan sejarah pembangunan Sumsel.
Editor: Donald Karouw