Remaja Muratara Bunuh Anak 10 Tahun karena Sering Dimarahi Ibu Korban

Era Neizma Wedya ยท Minggu, 27 September 2020 - 16:50:00 WIB
Remaja Muratara Bunuh Anak 10 Tahun karena Sering Dimarahi Ibu Korban
Ilustrasi pembunuhan. (Foto ist).

MURATARA, iNews.id - Polsek Nibung, Sumatera Selatan mengungkap penemuan jasad anak 10 tahun yang berada di perkebunan sawit. Pelaku inisial AW (18) asal warga Kecamatan Nibung, Kabupaten Murata.

Kapolsek Nibung AKP Denhar mengatakan, kronologis kejadian bermula pada hari Kamis (24/9/2020) sekitar pukul 08.00 WIB saat korban hendak menyusul ibunya ke kebun sawit dengan berjalan kaki sambil membawa bungkusan karung berisi sembako.

Di tengah perjalanan, korban didekati pelaku sambil bertanya di mana ibu korban. Setelah itu, pelaku menyeret korban ke dalam kebun karet dan memukul tengkuk korban sebanyak 2 kali serta membenturkan kepala korban ke batang karet sebanyak 3 kali.

"Pelaku yang sudah gelap mata lalu menyetubuhi korban dalam keadaan meninggal dunia, setelah selesai pelaku lalu meninggalkan korban di TKP," kata Denhar, Minggu (27/9/2020).

Setelah itu, korban dilaporkan hilang selama dua hari tidak pulang ke rumah hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Usai menemukan mayat korban, warga menghubungi Polsek Nibung yang langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi kemudian membawa jasad korban ke Puskesmas Nibung untuk dilakukan visum. "Korban waktu ditemukan dalam keadaan sudah tidak memakai sehelai bajupun, dan ada bercak darah korban di sekitar TKP," kata Kapolsek.

Ketika diperiksa petugas, pelaku mengakui membunuh korban dengan cara memukul di bagian tengkuk serta membenturkan kepala korban di pohon karet. Setelah korban meninggal dunia pelaku menyetubuhinya.

Motif pelaku membunuh korban karena sering dimarahi ibu korban. "Hasil pemeriksaan motif pelaku adalah dendam dengan ibu korban. Pelaku sering dimarahi oleh ibu korban karena sering mencuri di rumah korban. Terlebih lagi pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga," katanya.


Editor : Faieq Hidayat