Prajurit TNI Asal Palembang Dianiaya, Pelaku Kabur ke Jambi Naik Satria

Antara ยท Rabu, 08 Januari 2020 - 13:06 WIB
Prajurit TNI Asal Palembang Dianiaya, Pelaku Kabur ke Jambi Naik Satria
Heriyanto, pelaku penganiaya prajurit TNI di Palembang (Antara)

BANYUASIN, iNews.id - Tim gabungan dari Polda Jambi, Satuan Reskrim Polres Muarojambi dan Polres Musi Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap pelaku pengaiayaan terhadap prajurit TNI. Korban diketahui bernama Kopda Edi Wijayanto, dia dianiaya di Palembang, Sumsel beberapa waktu yang lalu.

"Tim Resmob hanya membantu melakukan penangkapan yang dilakukan tim Reskrim Polres Muba," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Yudha kepada wartawan, Rabu (8/1/2020).

Lebih lanjut Yudha menuturkan, pelaku adalah Heriyanto (35) warga Dusun II Kelurahan Supat Timur, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Insiden penganiayaan ini terjadi pada 28 Desember 2019, sekitar pukul 10.00 WIB di sebuah Cafe Desa Letang, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Muba. Pelaku tiba-tiba menganiaya Edi dengan pisau yang dibawanya.

BACA JUGA: Ayah Bejat Perkosa Putri Kandung 20 Kali hingga Hamil 5 Bulan di Penukal PALI

"Usai melakukan penganiaya, pelaku kabur melarikan diri ke Jambi dengan membawa barang bukti sepeda motor Suzuki Satria FU," imbuhnya.

Yudha mengatakan, korban kemudian melapor ke polisi. Setelah mendapat laporan, polisi bergerak untuk memburu pelaku. Hasilnya, pelaku ditangkap di Jalan Jambi Tungkal KM 33, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sengeti, Kabupaten Muarojambi, Selasa (7/1/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat ditangkap, kata Yudha, pelaku melakukan perlawanan dengan sebilah pisau buatan miliknya yang nyaris melukai petugas.

"Saat ditangkap, pelaku mencoba melarikan dan melawan sehingga terpaksa diberikan tembakan ke arah kakinya untuk melumpuhkan pelaku," imbuhnya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa pisau buatan milik pelaku, serta sepeda motor yang digunakan untuk kabur dari Palembang ke Jambi.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto