Polisi Tangkap Penculik Bocah yang Viral di Palembang, Motif Minta Tebusan Rp100 Juta

Muhamad Yusuf ยท Minggu, 21 Februari 2021 - 08:48:00 WIB
Polisi Tangkap Penculik Bocah yang Viral di Palembang, Motif Minta Tebusan Rp100 Juta
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra saat pimpin rilis penangkapan penculik bocah yang viral. (Foto: iNews/M Yusuf)

PALEMBANG, iNews.id - Satuan Unit Pidana Umum Polrestabes Palembang menangkap dua pelaku penculikan terhadap bocah yang viral di media sosial. Salah satu pelaku dilumpuhkan dengan timah panas di kaki.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra mengatakan, motif penculikan ini berlatar belakang ekonomi. Pelaku meminta tebusan uang Rp100 juta namun akhirnya digagalkan petugas.

Identitas pekaku yakni Suhartono alias Tono dan Tri. Mereka bersekongkol menculik bocah berinisial ZK (3) yang sedang main di depan rumah. Aksi penculikan ini terekam CCTV hingga viral saat pelaku membekap dan membawa kabur korban dengan motor.

Kapolresta mengatakan, penyelidikan hingga pengungkapan kasus bermula dari kejadian penculikan yang viral. Berdasarkan keanehan cerita, penyidik merunut hingga menyepakati kesimpulan penyelidikan dan menangkap pelaku.

"Ada keanehan anak kecil dengan mata ditutup berjalan kaki, itu kan tidak mungkin karena pasti ada orang sekitar yang menolong. Dari situ kami cari siapa yang pertama menyebarkan informasi," ujar Kapolresta, Sabtu (20/2/2021).

Selanjutnya ditemukan fakta jika bocah tersebut ternyata disekap dalam rumah kosong. Pelaku yang menculik korban yakni Tono.

"Pengakuannya dia sengaja menculik anak dengan alasan ekonomi," katanya.

Menurutnya, kedua pelaku memiliki peran berbeda. Tono yang beraksi menculik korban, sedangkan Tri menyekapnya di sebuah rumah kosong. Dari tangan pelaku polisi mengamankan barang bukti motor dan pakaiannya yang digunakan saat beraksi.

"Kami rencana menculiknya untuk minta tebusan Rp100 juta," kata Tri, pelaku penculikan.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Editor : Donald Karouw