PNS di Palembang Ini Disiram Air Keras, Anak-Istri Trauma dan Ketakutan 

Tim iNews.id · Senin, 26 April 2021 - 15:57:00 WIB
PNS di Palembang Ini Disiram Air Keras, Anak-Istri Trauma dan Ketakutan 
Anak korban menunjukkan lokasi penyiraman air keras. (Foto: Ist)

PALEMBANG, iNews.id – Penyerangan menggunakan air keras kembali terjadi di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Aminudin (50) PNS di salah satu perguruan tinggi negeri di Palembang disiram air keras oleh tiga pelaku yang tidak dikenal. 

Tidak hanya itu, anak korban sulung korban yang bernama M Robani (29) juga ditusuk pelaku pada peristiwa Minggu (25/4/2021) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Akibat kejadian ini, selain kedua korban harus menjalani perawatan di RS Mohammad Hoesin Palembang, keluar seperti istri dan anak ketakutan.

Peristiwa ini terjadi di rumah korban di Sugi Waras, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang. Korban Aminudin mengalami luka bakar di sekujur wajah dan badannya.

Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian datang tiga orang tak dikenal menggunakan sepeda motor menghampiri rumah korban. Robani kemudian membuka pintu rumah untuk menanyakan perihal kedatangan orang tak dikenal itu. Salah satu pelaku mengatakan ingin bertemu Aminudin.

Korban yang saat itu dibangunkan anaknya dan keluar. Ketika bertemu dengan ketiga pelaku menanyakan bangsal tempat membeli batu bata. Tidak lama, korban menutup pagar dan korban berpura-pura hendak pergi. Namun belum sempat korban membalikan badan, pelaku menyiramkan air keras yang membuat korban berteriak. 

Anak korban langsun berlari keluar dan sempat berkelahi dengan salah satu pelaku. Namun karena pelaku membawa sajam, sehingga anak korban mengalami luka tusuk. Sementara pelaku kabur meninggalkan sepeda motor di lokasi karena warga berdatangan.

"Kakak saya sempat berkelahi dengan pelaku hingga mengalami luka tusuk di bagian perut. Warga langsung datang dan pelaku kabur meninggalkan motornya," lujar Novita, anak korban.

Motor yang ditinggalkan pelaku yakni Yamaha Mio BG 6235 ZV langsung diamankan oleh Robani ke rumahnya. Sedangkan para pelaku berhasil kabur karena melihat warga yang sudah ramai di lokasi kejadian.

Dijelaskan Novita, keluarga tak mengenal siapa para pelaku. Bahkan sejauh ini ayahnya sama sekali tidak memiliki musuh. "Sejak kejadian itu kami tidak bisa tidur, makan sahur pun tidak bisa karena kejadian itu. Kami berharap pelaku dapat segera ditangkap," katanya.

Editor : Berli Zulkanedi