Penyerang Polantas di Jalan Lintas Sumatera Ditangkap, Motifnya Kesal karena Anak Ditilang

Antara ยท Jumat, 26 November 2021 - 06:35:00 WIB
Penyerang Polantas di Jalan Lintas Sumatera Ditangkap, Motifnya Kesal karena Anak Ditilang
Polisi mengungkap kasus penyerangan polantas di Banyuasin. (Foto: Antara).

PALEMBANG, iNews.id - Polisi menangkap seorang penyerang anggota polantas di Jalan Palembang-Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Motif pelaku diduga karena kesal dengan korban yang menilang anaknya.

Pelaku berinisial MN (39) warga Kelurahan Betung, Kecamatan Betung ini ditangkap dalam pelariannya ke Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (25/11/2021).

Kapolres Banyuasin, AKBP Imam Tarmudi mengatakan, penyerangan terjadi pada Kamis pagi, pukul 07.30 WIB. Saat itu korban Bripka Angga dan Bripka Kusno, anggota Satlantas Polres Banyuasin sedang menertibkan lalu lintas di Simpang Tugu Polwan.

"Pelaku marah karena tidak terima anaknya yang mengendarai sepeda motor tanpa SIM dan helm ditilang kemudian motornya disita oleh petugas," kata dia.

Menurutnya, untuk melampiaskan emosinya itu pelaku membawa serta senjata tajam celurit. Kemudian memarahi salah satu korban Bripka Angga sembari mengayunkan celurit di hadapannya.

Kemudian mendapat perlakuan tersebut korban mengelak menghindari ayunan celurit pelaku hingga beberapa kali tersungkur. Beruntung korban tidak terkena luka sabetan celurit melainkan hanya mengalami luka di bagian kaki akibat terperosok di parit.

Kasat Reskrim Polres Banyuasin, AKP Ikang Ade mengatakan, setelah melakukan tindakan penyerangan tersebut pelaku melarikan diri menggunakan mobil Taft warna biru tua mengarah ke Kabupaten Musi Banyuasin.

Penyerangan itu viral di media sosial direkam oleh warga. Dampaknya, selain membahayakan petugas, aksi nekat pria tersebut juga menyebabkan kemacetan panjang di lokasi kejadian.

"Sempat menyebabkan kemacetan panjang di jalan Palembang - Betung yang merupakan lintas Sumatera," kata dia didampingi Kasat Lantas Ajun Komisaris Polisi Ricky Mozam.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: