Penyebar Video Mesum Siswi SMA di Prabumulih Ditangkap, Ini Alasan Pelaku

Berrie Brima ยท Kamis, 19 September 2019 - 20:41 WIB
Penyebar Video Mesum Siswi SMA di Prabumulih Ditangkap, Ini Alasan Pelaku
Penyebar video mesum siswi SMA di Prabumulih ditangkap petugas Satreskrim Polres Prabumulih, Sumsel. (Foto: iNews.id/Berrie Brima)

PRABUMULIH, iNews.id - Tim Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Prabumulih, Sumatera Selatan menangkap F (26), pelaku penyebar video mesum salah satu siswi SMA.

Kasatreskrim Polres Prabumulih, AKP Abdul Rahman mengatakan, pelaku ditangkap setelah polisi menyamar dan berkenalan dengan pelaku melalui jejaring sosial. Pelaku F sudah ditetapkan statusnya menjadi tersangka. “Pelaku sudah kita tangkap setelah dijebak petugas yang menyamar,” katanya, Kamis (19/9/2019).

Menurut Abdul Rahman, modus pelaku ini awalnya iseng memasang foto-foto berwajah tampan di akun Facebook-nya dengan tujuan untuk menarik pehatian perempuan.

“Tersangka ini sengaja memasang foto-foto ganteng yang ternyata foto palsu. Korban S ini kena perangkap dengan foto ganteng pelaku hingga akhirnya berkenalan dan pacaran. Korban S juga terkesan dengan pelaku karena dinilai sopan dan merasa mungkin ini jodohnya,” katanya.

Setelah itu, tersangka melakukan video call dengan korban dan memintanya untuk membuka baju sambil merekam bagian tubuh dari pusar ke atas. “Foto dan video berdurasi 41 detik itu ternyata disebarkan pelaku ke teman sekolah dan orang tuanya hingga kemudian viral di Kota Prabumulih,” ucapnya.

BACA JUGA: Viral Video Syur Siswi SMA di Prabumulih, Korban Laporkan Penyebar Video

Menurut Abdul Rahman, alasan tersangka menyebarkan video mesum yang baru dipacarinya sebulan lalu karena tak ada kabar dan tidak ingin putus hubungan.

“Tersangka ini panik karena korban tak bisa dihubungi lagi. Dia ini berpikir kalau foto dan videonya disebarkan korban akan datang lagi supaya mau berhubungan badan lagi,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, kata dia, tersangka dijerat apsal berlapis yakni Pasal 41 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan Pasal 45 huruf b Undang-Undang ITE dengan ancaman enam tahun penjara.

Kepada petugas, tersangka F, warga Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih itu mengaku mengenal korban melalui jejaring sosial Facebook dengan menggunakan nama dan foto orang lain.

“Saya hanya sekali ngajak hubungan suami istri. Saya ancam, kalau nggak mau saya sebar foto dan videonya,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki