Pengukuran Lahan di Palembang Ricuh, Warga Coba Tusuk Polisi Pakai Pisau

Firdaus ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 14:15 WIB
Pengukuran Lahan di Palembang Ricuh, Warga Coba Tusuk Polisi Pakai Pisau
Satu warga diamankan diduga ingin menusuk polisi dengan senjata tajam (Firdaus/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Proses pengukuran lahan di Jalan Maju Bersama III, Kelurahan Alang-Alang Lebar (AAL), Kecamatan AAL, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) ricuh. Warga yang tak terima lahannya diklaim oleh perusahaan melakukan pengadangan.

Insiden ini terjadi pada Rabu (12/2/2020). Saat itu, pihak perusahaan yakni PT Timur Jaya Group melakukan pengukuran lahan, pemasangan batok dan pagar beton. Proses itu dikawal 700 personel gabungan dari Polrestabes Palembang, Satpol PP dan TNI.

Tak main-main, pengamanan pengkuran lahan ini langsung dipimpin oleh Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji. Bahkan, beberapa warga yang tak terima sempat melakukan dialog dengan Anom.

"Total dilibatkan ada 700 personel di sini," kata Anom kepada wartawan.

Anom menambahkan, dirinya meminta warga yang tidak mempunyai kepentingan agar keluar dari lahan tersebut. Hal ini dilakukan karena ada salah satu warga yang mencoba melukai polisi dengan senjata tajam.

Kapolrestabes Palembang Kombes Anom memimpin langsung proses pengukuran lahan (Firdaus/iNews)
Kapolrestabes Palembang Kombes Anom memimpin langsung proses pengukuran lahan (Firdaus/iNews)

 

Lebih lanjut Anom mengatakan, warga yang mencoba melukai petugas sudah diamankan dan dibawa ke Mapolrestabes Palembang untuk dimintai keterangan.

"Tadi ada satu warga yang ingin melukai polisi dengan senjata tajam, kami lakukan penangkapan dan kami sita senjata tajamnya," kata dia.

Usai menangkap satu warga, petugas Reskrim Polrestabes Palembang langsung melakukan penyisiran. Hasilnya disita belasan senjata tajam.

"Kalau ada warga yang bawa senjata tajam saya ingatkan baik-baik Pak, Bu. Saya tangkap, tidak ada kepentingan membawa senjata tajam di sini," kata dia.

Warga akhirnya membubarkan diri sementara alat berat seperti eskavator dan buldoser langsung meratakan lahan tersebut.

Sementara itu, Camat AAL Palembang, Sariansyah Ismail berharap dengan penganaman dari kepolisian dan TNI, tidak ada lagi warga yang mengklaim tanah.

"Alhamdulillah ada pengamanan aset tersebut. Ini udah ada upaya mafia tanah yang mengeruk tanah timbunan dari lahan ini untuk dijual," kata Sariansyah.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto