Oknum Kepala Desa di OKU Timur Jadi Dalang Perampokan Bersenjata Api

Sindonews, Berli Zulkanedy ยท Kamis, 20 Februari 2020 - 10:08 WIB
Oknum Kepala Desa di OKU Timur Jadi Dalang Perampokan Bersenjata Api
Ilustrasi perampokan dengan senjata api. (Foto: Istimewa)

OKU TIMUR, iNews.id – Sepak terjang Elwani (47) dalang perampok bersenjata api berakhir dengan timah panas petugas. Dia dilumpuhkan saat ditangkap Satreskrim Polres OKU Timur dibantu Jatanras Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

Pelaku yang menjabat sebagai kepala desa (Kades) Melati Agung, Kecamatan Semendawai Timur, OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), diduga terlibat sejumlah perampokan sadis sejak 2014. Dia berperan sebagai dalang dan menjual serta menikmati hasil perampokan.

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya mengatakan, Elwani ditangkap pada Minggu (16/2/2020) sekitar pukul 02.00WIB. Penangkapannya setelah petugas lebih dahulu menangkap dua komplotannya. Yakni Ageptal (28) warga Desa Melati Agung di Bekasi dan Makmun warga Dusun III Desa Cahaya Tani Kuta Pandan, Kecamatan Lempuing. Keduanya ditembak karena melakukan perlawanan.

“Komplotan perampok yang didalangi oknum kepala desa ini memiliki sejumlah anggota lain,” ujarnya didampingi Kasat Reskrim AKP M Ikang Ade Putra dan Kasubbag Humas Polres OKU Timur Iptu Yuli, Selasa (18/2/2020).

Komplotan lain yang sudah ditangkap dan dihukum yakni Eko Riyadi dan Misgiyanto, Gusti Komang, Arlan alias Lan, Bayu Ardiansyah. Kelima orang ini sudah dihukum karena terlibat kasus perampokan touke kopi di Kota Pagaralam.

“Sementara delapan komplotan lainnya yakni Nr, Ag, Tm Si alias Bj, AR, AW, JI, YWW, Ao alias Ap masih dalam pengejaran dan masuk daftar Pencarian orang (DPO),” katanya.

Menurutnya oknum kades ini terlibat sejumlah aksi perampokan sadis. Seperti  perampokan terhadap korban H Bustan (54) warga Desa Tanjung Kukuh Rt 04 Rw 02, Kecamatan Semendawai Barat, OKU Timur. Peristiwa perampokan ini sempat menggemparkan masyarakat setempat pada Selasa (29/11/2016). Dalam aksinya, kawanan berjumlah sepuluh 10 orang mengikat dua penjaga rumah. Kemudian pemilik rumah dan dan anggota keluarga juga diikat dan diancam dengan senjata api untuk menunjukkan barang berharga.

"Gerombolan perampok ini menggasak uang Rp100 juta dan 100 suku emas. Usai beraksi, mereka pergi melalui pintu belakang. Kasus perampokan ini tertuang pada LP-B/28/XI/2016/OKUT/CMPK," kata Kapolres.

Komplatan penjahat ini juga terlibat dalam aksi perampokan terhadap korban Baniah (62) Warga Desa Tegal Sari Rw 01 Rt 03, Kecamatan Belitang II pada Selasa 13 Oktober 2015. Mereka menyikat uang Rp15 juta dan lima suku emas. Kasus kejahatan ini dilaporkan korban pada LP-B/12/X/2015/OKUT/BLT II Tgl 13 Okt 2015.

Kemudian, kelompok Erwani juga terlibat aksi perampokan terhadap korban Solehadi alias Sule (42) warga Desa Karang Menjangan Kecamatan Semendawai Timur. Kawanan ini mengambil uang Rp30 juta dan satu unit sepeda motor Megapro dan barang-barang berharga milik korban. Kasus kejahatan tertuang pada LP-B/12/VI/2015/SUMSEL/OKUT/SEK SS III tanggal 30 Juni 2015.

Selanjutnya perampokan terhadap korban Tarudin (56) warga Desa Melati Jaya, Kecamatan Semendawai Timur pada Rabu 27 Agustus 2014 sekitar pukul 03.00 WIB. Komplotan ini merampas uang milik korban Rp47 juta dan satu unit sepeda motor.


Editor : Donald Karouw