Lewat Sidang Virtual, 2 Kurir 79 Kg Sabu asal Palembang Dituntut Hukuman Mati

Sindonews.com, Berli Zulkanedy ยท Kamis, 30 April 2020 - 09:11 WIB
Lewat Sidang Virtual, 2 Kurir 79 Kg Sabu asal Palembang Dituntut Hukuman Mati
Ilustrasi sidang kasus narkoba di Palembang (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Dua kurir narkoba jenis sabu asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dituntut hukuman mati. Keduanya adalah Deni Santoso dan Herman. Mereka disidang karena membawa 79 kilogram sabu.

Tuntutan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Amanda dan Imam Murtadlo dalam persidangan yang berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Kls 1A Khusus Palembang, Rabu (29/4/2020).

"Dari fakta-fakta serta barang bukti yang dihadirkan di persidangan, perbuatan kedua terdakwa terbukti melanggar sbagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat 2 UU Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana mati," begitu jeta JPU.

Usai mendengarkan tuntutan dari JPU, majelis hakim yang diketuai Abu Hanifah memberikan kesempatan bagi terdakwa melalui penasehat hukumnya untuk menyiapkan nota pledoi atau pembelaan dalam dua pekan.

Kasus 79 kilogram sabu yang menjerat keduanya terjadi pada 20 September 2019 silam. Saat itu buronan berinisial YUN menghubungi terdakwa Deni Santoso. Dia meminta Deni ke Batam lantaran ada pekerjaan.

Usai mendapat tawaran itu, Deni menemui Herman dan menceritakan mengenai hal tersebut. Kemudian Deni mencari pinjaman uang untuk berangkat ke Batam. Setelah mendapatkan uang pinjaman, Deni berangkat ke Batam pada Rabu 25 September 2019. Di sana Deni bertemu dengan YUN di Hotel Kuda Mas Batam.

Saat bertemu, YUN menawari Deni untuk membawa narkotika jenis sabu dengan upah sebesar Rp5 juta per kilogram dan sabu yang akan dibawa adalah seberat 3-5 kg. Sabu itu akan dibawa melalui jalur laut menuju ke darat. Setibanya di darat akan ada orang yang mengambilnya.

Setiba di Palembang, Deni menceritakan semua pembicaraan dengan YUN untuk mengambil dan membawa sabu, lalu Herman menyetujuinya.

Kemudian pada Minggu  27 Oktober 2019 sekitar pukul 22.00 WIB, Deni dan Herman berangkat dari Sungai Lais Palembang dengan menggunakan speedboat Setia Kawan menuju ke Muara Sungsang, Banyuasin. Karena kapal yang membawa sabu tersebut belum datang, lalu YUN memberikan nomor ponsel orang yang membawa sabu tersebut.

Kemudian Herman menghubunginya, lalu orang tersebut menyuruh Herman untuk menuju ke Tanjung Carat dan nanti kapalnya akan memberikan kode lampu berwarna kuning berkedip sebanyak tiga kali. Setelah bertemu, lalu speedboat merapat ke kapal tersebut.

Di atas kapal ada empat orang yang melemparkan empat buah koper ke atas speedboat. Kemudian kapal tersebut pergi, sedangkan terdakwa dan Herman pergi menuju ke arah Muara Sungsang. Namun setelah berjalan sekira 15 menit, datang petugas Tim F1QR Pangkalan Angkatan Laut Palembang menghentikan speedboat.

Setelah dilakukan penggeledahan, didapati empat buah tas koper yang berisikan 79 bungkus narkotika jenis sabu dengan berat 79  kilogram.

Sabu 49  bungkus warna orange merek Alishan jin xuan tea, 20 (dua puluh) bungkus warna hijau merek Chinese pin wei dan 10 bungkus warna kuning merek Guanyinwang. Keduanya dan barang bukti akhirnya digelandang ke kantor polisi.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto